DARUL KAMAL LINGGA GAYO. TIGABINANGA. Setelah penurunan harga jagung yang sempat mencapai Rp 3.500/ kg ke Rp 3.200/ kg, terjadi penumpukan komoditi jagung di gudang pemipilan [Senin 17.7].

Menurut pengepul jagung, penurunan harga jagung ini terjadi akibat pabrik pakan ternak membatasi pembelian hanya 20 truk per hari. Dengan begitu, hasil panen jagung bertumpuk di gudang pemipilan.

Keadan ini sangat merugikan para petani jagung. Soalnya, bisa terjadi lebih seminggu lamanya setelah panen jagung baru biji jagung dipipil dari tongkolnya. Kerugian terjadi pada dalam hal waktu dan penyusutan berat jagung karena menguapnya kandungan air di dalam biji jagung.








Leave a Reply