Di dunia pewayangan, ada tokoh yang didapuk untuk menjadi Punakawan atau pengikut setia. Sangat setia bahkan. Jika di pihak Pandawa ada Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Namun, di Tanah Pasundan, nama Bagong diganti dengan sebutan Cepot.
Para Punakawan yang tersbut di atas adalah pengikut setia untuk tuannya yang membela kebenaran. Yang menyuarakan kedamaian.

Apakah ada Punakawan atau pengikut setia yang berada di barisan Para Begundal, penjahat atau ketidakbenaran? Ada. Namanya Togog dan Mbilung.

Konon, sebenarnya Togog dan Mbilung ditugaskan oleh para dewa untuk mengingatkan tuannya yang mbandoleng, yang jahat, yang selalu membuat dunia perwayangan kisruh. Selalu huru hara. Namun, kadang karena sudah terlalu setia, seringkali Togog dan Mbilung juga membuat suasana semakin panas hingga huru hara itu tidak bisa dihindari.




Apakah cerita Togog dan Mbilung juga ada di era sekarang? Nampaknya ada. Malah menjadi wakil rakyat. Persis seperti dalam visual wayang, Togog dan Mbilung yang saat ini juga membuat para pemirsa ketawa nyengir.

Bahkan ada yang jungkir-jungkir. Apakah Togog dan Mbilung itu lucu? Entahlah …

Coba perhatikan, dalam suatu kesempatan, si Togog pernah bilang: “Tuan saya itu, di negri ini, seperti emas. Tidak ada duanya di muka bumi ini.”

Ucapan si Togog ini menimbulkan lelucon yang berhari-hari. Apa lucunya? Ya karena bentonya ..

Si Mbilung juga demikian. Meski dipecat dari partainya, Mbilung tetap keukeuh dan nggatheli tidak punya malu dengan rakyat Indonesia. Lucu? Tidak sama sekali. Yang ada nampak sebagai manusia super NDABLEG alias bebal.

Mau lihat Togog sama Mbilung?

Datang saja ke Senayan.










Leave a Reply