IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Proyek pengaspalan jalan dari Pasar 8 Desa Sidodadi, hingga Desa Biru-biru (Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deliserdang) sepanjang lebih dari 10 Km terlihat dibangun asal jadi. Pembangunan jalan ini memakan anggaran hingga puluhan millyar rupiah bersumber dari APBD Delisersdang TA 2017, .

Hasil pantauan SORA SIRULO dalam sepekan terakhir, terlihat pembangunan jalan seperti tidak berkwalitas. Dari pengerjaan awal hingga saat ini, aspal yang ditebar tidak sama ketebalannya karena makin lama makin tipis. Sehingga pada persambungan atau estapet pengerjaan, permukaanya terlihat bergelombang.

“Jika dikerjakan seperti ini, dipastikan tidak akan bertahan lama alias cepat rusak. Jika ditanya hati nurani saya, sebenarnya saya sangat senang jalan kami ini diperhatikan oleh pemerintah. Namun di balik itu, saya selaku warga di sini juga cukup kecewa karena pengaspalan ternyata dilakukan asal jadi,” sebut Azuar (61) warga setempat ketika ditemui di lokasi [Kamis 20/7].

Azuar menduga pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut sengaja mengurangi volume guna mencari keuntungan.

“Kecurigaan saya itu bukan tidak beralasan. Buktinya, pihak pemborong enggan memasang plang proyek di lokasi. Sehingga rekanan bebas mengurangi mutu proyek karena masyarakat tidak dapat mengetahui berapa besarnya nilai anggaran proyek dan volumenya,” bebernya.




Buruknya kwalitas pembangunan jalan Pasar 8 hingga ke Desa Biru-biru yang sedang tahap pengerjaan, sempat menjadi buah bibir. Sejumlah warga yang berdomisili di Kecamatan Biru-biru menuding buruknya pembangunan jalan ini karena diduga ada persekongkolan antara pejabat teras Dinas PU Deliserdang dengan kontraktor.

“Kalau di Delisersang, hal itu tidak perlu diherankan lagi. Selain harus membayar pajak, rekanan juga diharuskan menyisihkan tip pada kisaran 15 sampai 25% kepada pejabat teras Pemkab Delisersang. Wajar bangunan jalan di Deliserdang tidak pernah ada yang berkwalitas,” celoteh Efendi, warga lainnya ketika ditemui oleh SORA SIRULO secara terpisah.

Masih kata Efendi, pembangunan jalan yang dilakukan tidak terlepas dari sebatas pencitraan karena dalam waktu dekat, Kabupaten Deliserdang akan mengikuti Pilkada untuk memilih kembali Bupati dan wakil Bupati Delisersang Periode 2018-2023.

“Kalau dilihat selama ini, masyarakat Deliserdang terutama yang berdomisili di daerah hulu seperti di marjinalkan. Makanya bisa saya bilang proyek itu adalah proyek tebar pesona,” tuturnya mengakhiri.






Leave a Reply