Kolom Andi Safiah: DIALEKTIKA KEBANGSAAN

1
1053

Adakah yang lebih menarik selain menyaksikan dialektika kebangsaan yang sedang mekar di negara ini? Kebohongan dibongkar, kedangkalan nalar ditelanjangi, manusia-manusia yang tadinya tidak bisa disentuh oleh hukum malah menjadi tontonan serius dan rakyat bisa menulis apapun yang beredar dalam pikirannya.

Era Jokowi memang belum bisa memuaskan semuanya dan saya kira untuk memuaskan semuanya bukanlah pekerjaan yang mudah dan ngga perlu terlalu serius; karena hal itu tidak mungkin terjadi.

Nature memang menyediakan ruang dan waktu yang cukup luas bagi semua elemen, termasuk bagi mereka yang tidak suka dengan kebijakan di era kepemimpinan Jokowi. Begitupun bagi mereka yang suka dan mendukung kebijakan Jokowi, ruang dan waktu sama luasnya.

Menurut saya, mari kita menikmati dialektika peradaban yang sedang mekar ini dengan cara-cara yang sedikit lebih dewasa dan cerdas. Masa depan (the shape of the future of this nation) memang ada di tangan mereka yang cerdas memainkan perannya, bukan mereka yang terus-menerus terjebak pada sindrom “like or dislike“, tapi mereka yang memanfaatkan ruang dan waktu yang tersisa untuk menciptakan sesuatu. Menyerah pada realitas adalah kerugian yang maha serius.

Secara personal, saya masih berharap bahwa era Jokowi bisa merealisasikan satu hal yang fundamental, yaitu terpisahkan urusan private dan public secara tegas. Seperti terpisahnya agama dan negara. Pada titik fundamental inilah bangsa Indonesia akan menemukan bentuknya yang paling realistis.

#Itusaja!

Foto: pxhere.








1 COMMENT

  1. “Adakah yang lebih menarik selain menyaksikan dialektika kebangsaan yang sedang mekar di negara ini? Kebohongan dibongkar, kedangkalan nalar ditelanjangi, manusia-manusia yang tadinya tidak bisa disentuh oleh hukum malah menjadi tontonan serius dan rakyat bisa menulis apapun yang beredar dalam pikirannya.”

    Dialektika kebangsaan mekar, kebohnongan dan kebusukanpun ditelanjangi terus menerus, semakin mendalam dan partisipasi publik yang semakin luas .. . . itulah yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Di LN seperti di AS terjadi hal yang sama, kebusukan deep state yang selama hampir 200 tahun tersembunyi tanpa diketahui atau tanpa ada yang berani menelanjangi, sekarang terlihat semakin jelas didepan mata rakyat AS karea rakyt AS memang sudah bangun dan terbuka matanya melihat semua kebusukan deep state. Kebusukan neolib deep state multikulti kontra nasionlis kultural semakin nyata dihadapan publik dunia. Lihatlah keberanian nasional-kultural penghuni tanah ulayat Lau Cih. Semangat Lau Cih, semangat nasional kultural, semangat perubahan dan perkembangan dunia. Lihatlah Sora Sirulo dan banyak media sosial Indonesia yang dengan kegigihan dan ketangkasannya melibatkan banyak publik menunjukkan kreasi dan patriotisme nasional kultural.
    Maju terus semangat Lau Cih!
    MUG

Leave a Reply