JEBTA B. SITEPU. MEDAN. Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan menggelar Seminar Hasil Kajian City Smart Transportation Kota Medan [Rabu 19/7] di Hotel Grand Angkasa Jalan Sisingamangaraja XII. Kajian tentang City Smart Transportation ini sebagai strategi Kota Medan sebagai salah satu Kota Metropolitan di Indonesia dalam menuju Smart City. Walikota Medan Drs. H T Dzulmi Eldin S, M.Si diwakili oleh Kepala Balitbang Kota Medan Drs. H. Marasutan, M.Pd mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Pemko Medan menuju Medan sebagai Smart City.

Walikota mengungkapkan Smart City yang terus digagas saat ini tidak terlepas dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk melayani masyarakat karena pada dasarnya inti dari Smart City adalah bagaimana pemanfaatan TIK dalam meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

“Melihat pertumbuhan penduduk dan jumlah kenderaan yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan jalan baru, menuntut inovasi pemerintah dalam mencari solusi penanganan kemacetan di Ibukota Provinsi Sumut ini. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi informasi,” ujar Marasutan dalam sambutannya.

Untuk itu dirinya berharap pemerintah daerah bersama-sama dengan masyarakat dan pihak swasta berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan kemacetan tersebut melalui pengimplementasian program Smart City sebagai solusi cerdas dalam pembangunan daerah dan juga masyarakatnya. Saat ini Pemko Medan tengah merencanakan pembangunan sistem transportasi Kota yang handal berbasis IT dan digitalisasi termasuk juga LRT dan BRT yang sudah masuk dalam prioritas nasional, sehingga Kota Medan menjadi kota masa depan yang mengedepankan prinsip efektif, efisien, transparan, serta muda diakses oleh masyarakat luas.




Marasutan menambahkan, Balitbang Kota Medan akan terus mengembangkan kajian-kajian penelitian berbasis ilmiah sebagai pendukung dan referensi bagi pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah, sebagaimana tugas dan fungsi Balitbang Kota Medan sebagai instansi yang menjalankan tugas fungsi pelaksanaan penelitian secara terpadu.

Seminar ini menghadirkan akademisi dari Fakultas Ekonomi UMSU Medan sebagai narasumber utama kajian City Smart Transportation, diantaranya Dr. Prawidya Hariani RS, Dra. Lailan Hasibuan, serta Jasman Hasibuan. Sebagai pembanding Ami Kholis Hasibuan dari Dinas Perhubungan Kota Medan. Dalam kajiannya disebutkan Kota Medan dengan tingginya mobilitas masyarakat membutuhkan Intelligent Transportation System untuk mengcover kebutuhan smart mobility dan juga smart transportation di Kota Medan yang dituntut harus memiliki konsep transportasi yang mampu mengangkut orang lebih banyak, ramah lingkungan, berbasis teknologi digital sistem, nyaman serta mudah diakses.




Untuk itu, tim peneliti Dr Prawidya merekomendasikan kepada Pemko Medan agar dalam penerapan prinsip City Smart Transportation melakukan sejumlah pembenahan, diantaranya menerapkan sistem traffic management yang handal, pembangunan dan revitalisasi transportasi publik, memperbaiki prasarana pendukung transportasi publik, serta peningkatan pelayanan berbasis IT.

Sebelumnya Kabid Ekonomi dan Pembangunan Balitbang Kota Medan Toga Aruan, SE dalam laporannya menyebutkan hasil penelitian yang diikuti oleh perwakilan SKPD di lingkup Pemko Medan, akademisi dan praktisi ini akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo Kota Medan sebagai masukan dalam perencanaan dan penerapana aplikasi TIK dalam mendukung pembangunan Kota.


Leave a Reply