UU ITE dan Pasal penistaan agama sama sampahnya dalam ruang demokrasi dimana spirit utamanya adalah kebebasan.

Ingat bangsa ini tidak akan pernah bisa menjadi bangsa yang dewasa ketika perbedaan cara pandang bisa dikenakan pasal criminal, logika absurd bin koplak harus segera disingkirkan.

Berdialektikalah dalam perbedaan, jadikan perbedaan sebagai mesin pendorong, bukan alat pemukul.

Korban UU ITE dan pasal sampah penistaan justru adalah mereka-mereka yang berani berbeda, kritis dan pro demokrasi, sementara mereka yang menolak demokraksi justru bebas berkeliaran dinegeri Ini, sebuah tragedy yang disebut oleh president sebagai “jiwa-jiwa yang kosong”.

#Itusaja!

#Tragedy








Leave a Reply