IMANUEL SITEPU. MEDAN TUNTUNGAN. Seorang wanita pekerja seks komersial, Shinta alias Wulan (32), yang ngekos di Jl. Gelas No 34, Kelurahan Sei Putih Tengah (Medan Petisah) ditemukan tewas bersimpah darah di dalam kamar No 24 B Hotel Bougenville Jl. Setia Budi (Medan Tuntungan) [Selasa 25/7: sekitar 11.00 wib].

Informasi yang berhasil dihimpun oleh SORA SIRULO [Selasa 25/7: sekitar 17.00 wib] menyebutkan, sebelum tewas, korban yang setiap malam mangkal di Jl. Setia Budi depan Hotel Bougenville tengah malam memboking kamar yang ditempatinya [Jumat 21/7] karena korban beralasan malas pulang.

“Dia minta kunci kamar sama saya. Setelah itu, korban masuk kamar. Saat saya tanya mengapa ttidur di sini, katanya dia malas pulang,” beber M Barus (30) room boy hotel.

Begitu korban masuk, dia pergi mangkal lagi ke depan hotel dan di saat korban mendapat tamu, korban minta kamar yang lain.

“Ada pun tamu korban, mereka tidak masuk di kamar korban yang sudah dipesan sebelumnya dan antara korban dan tamu masih kami lihat keluar kamar,” sambungnya.

Keesokan harinya, Barus mengaku masih melihat korban keluar kamar yang dipesanya bersama lelaki hidung belang yang belum diketahui identitasnya tersebut.

“Selasa malam kami terakhir bertemu dengan korban. Tan tadi pagi sekitar 06.30 Wib kami menggedor kamar korban tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar. Sekitar 11.00 tadi pagi kami mendobrak kamar korban dan kami melihat korban sudah tewas telungkup hanya memakai celana dalam warna hitam di lantai,” beber Barus.

Sementara menurut Paiman (30), rekan Barus sesama room boy, ia masih bertemu dengan korban sehari aebelumnya ketika membayar sewa kamarnya.

“Untuk Sabtu dan Minggu, korban membayar sewa kamar Rp 120 ribu. Tadi pagi saya kembali mau meminta sewa kamar, tetapi tidak ada sahutan dari dalam kamar, maka itu kami dobrak,” katanya.

Ketika mengetahui korban sudah tewas, kedua petugas room boy langsung menghubungi Mami (rekan sesama WTS dan satu kos korban).

“Saat rekan kos korban datang ke hotel, kita langsung melaporkanya ke polisi,” beber kedua room boy ini.

Sementara Salmah Sitinjak (40) teman satu kos korban mengaku kalau korban menjadi WTS sekitar 5 tahun, namun selalu berpindah-pindah tempat kos.

“Sepengetahuan saya, korban Suku Sunda. Informasi yang kita dapat, keluarga korban ada di Bandung. Hanya saja, korban tidak pernah pulang kampung dan keluarganya tidak pernah datang,” katanya seraya menyebut kalau korban kuat minum miras.

Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna membenarkanya.

“Untuk sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan dan walau begitu pun kita tunggu hasil outopsinya. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit. Dalam hal ini, 7 orang saksi telah kita periksa dan kita masih mencari lelaki yang terakhir kali bersama korban,” ujarnya.






Leave a Reply