RISNAWIN HUTAURUK. SIDIKALANG. Puluhan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Dairi berkumpul di Aula KTNA Kabupaten Dairi, Sidikalang [Rabu 26/7] untuk menerima penyuluhan dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Kabupaten Karo, Sanco Manullang.

Dalam Penyuluhan tersebut, Sanco Manullang menerangkan bahwa, kini, para petani sangat dilindungi  dan diperhatikan  oleh pemerintah melalui program-program BPJS Ketenagakerjaan. Dalam melakukan perkerjaannya sehari-hari, para petani  rentan terkena resiko kecelakaan kerja; misalnya terkena cangkul atau parang dan alat tajam lainnya. Bisa juga terjatuh ketika melewati tanah yang curam dan licin saat bekerja di kebun, atau terkena tumbuhan berduri dan serangan hewan.




Begitu banyaknya resiko yang bisa dialami oleh para petani ketika bekerja. Itulah sebabnya para petani perlu memiliki jaminan sosial untuk mengobati kecelakaan kerja dan memberikan jaminan kematian serta memberikan jaminan hari tua ketika tidak dapat lagi bekerja.

Setiap program yang ada dalam BPJS Ketenagakerjaan untuk kategori para petani, yakni Bukan Penerima Upah dikenakan iuran yang berbeda tergantung berapa program yang diikuti. Untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dikenakan iuran sebesar Rp 10 ribu setiap bulannya. Apabila mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan santunan mencapai Rp 70 juta tergantung pada kebutuhan dan juga akan mendapatkan biaya perawatan medis yang tidak terbatas (un-limited).

Apabila mengalami kematian akibat kecelakaan kerja, akan diberikan santunan sebanyak 48 dikali upah, dengan asumsi upah sebesar satu juta rupiah. Apabila mengikuti dua program sekaligus yaitu JKK dan Jaminan Kematian (JKM) akan dikenakan iuran sebesar Rp 16.800,- yang artinya jika mengalami kematian di luar waktu bekerja akan mendapatkan santunan mencapai Rp. 24 juta. Jika pekerja mengikuti 3 program sekaligus yakni JKK,JKM dan Jaminan Hari Tua (JHT) akan dikenakan iuran sebesar Rp 36.800,- per bulannya untuk tabungan di hari tua dan bisa diklaim kapanpun ketika dibutuhkan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan (Sanco Manullang) (tengah) berfoto bersama pengurus KTNA Kabupaten Dairi.

Penyuluhan yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut berbuah aksi nyata dari para pengurus KTNA Kabupaten Dairi yang langsung mendaftarkan diri dan menyerahkan Nomor Induk KTP, yang merupakan syarat untuk mendaftar menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Para pengurus juga mengatakan mendukung penuh program-program yang ada dalam BPJS Ketenagakerjaan dan merasakan manfaatnya sangat baik dalam menjamin kehidupan mereka selaku para petani.

“Kini tidak hanya pekerja yang bekerja di perusahaan atau pabrik saja yang mendapatkan jaminan sosial, para petani kini juga sudah terjamin dan kita berharap dengan adanya program-program BPJS Ketenagakerjaan ini para petani bisa diringankan bebannya dari segi financial ketika mengalami kecelakaan kerja,” ungkap Sanco Manullang selaku Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Karo.

Pengurus KTNA yang menerima penyuluhan juga menyatakan senang dengan adanya program-program BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki banyak manfaat bagi mereka.

“Saya rasa tidak ada ruginya mengikuti program-program BPJS Ketenagakerjaan ini malah untung, karena menurut saya biaya iurannya juga tidak berat. Para petani seperti kita ini sangat memerlukan jaminan sosial seperti ini,” ungkap beru Sembiring, salah satu pengurus KTNA Kabupaten Dairi.




“Saya sering mengalami celaka saat lagi kerja di  ladang, misalnya kena bambu terus kena parang namanya juga petani. Tapi ketika dengar penjelasan dari Pak Manullang tadi saya merasa sangat terbantu dan saya akan segera mendaftar. Nanti teman-teman saya para petani semua saya ajak untuk ikut karena tidak ada ruginya,” ungkap Wakil Bendahara KTNA Kabupaten Dairi, Sontaria Tambunan.

Ketua KTNA Kabupaten Dairi (Johar Sitanggang) juga menyampaikan harapannya setelah mendengarkan penyuluhan seluruh pengurus KTNA dari berbagai kecamatan segera mengimbau seluruh petani yang ada di kecamatannya untuk ikut serta dalam keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan.

FOTO HEADER: Seorang petani cabai di Desa Kaban Julu (Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi) (Sumber: Dairi News)


Leave a Reply