Surga yang engkau dambakan adalah bukan berada pada caramu melakukan rutinitas ritual di rumah-rumah ibadah, bukan dari jumlah uang yang engkau sumbangkan kepada para fakir, dan bukan pula dari meyakini bahwa hanya melalui cara golonganmulah yang layak menghuni surga itu.

Itu semua hanyalah sebagian kecil dari cara menggapainya, namun jika engkau keras kepala, nikmatilah… Aku hanya sekedar menyampaikan kebenaran yang boleh jadi keliru.

Menurut yang kupahami, surgaku ada pada bagaimana caraku memperlakukan hidupku secara sadar bahwa saling mengasihi terhadap sesama makhluk adalah puncak dari perwujudan penghambaan diri terhadap Tuhan.

Lepas dari semua itu, sesungguhnya aku tidak mengharap surga sebagaimana yang tertulis dalam kitab suci. Dengan bisa menghirup sejuknya udara pagi, dengan bisa menikmati sengatan matahari, dengan bisa merasakan haus, lapar, kantuk dan segala proses hidup ini pun sudah layak kusyukuri.

#Salam “Berpikir Gila” Bersama Kanjeng










Leave a Reply