NATALIE SEMBIRING. MEDAN. Guru Sekolah Minggu adalah pejuang budi pekerti dan pejuang pembentukan mental bagi para generasi penerus bangsa. Peranan ini sangatlah besar dalam membentuk kecerdasan spritual anak dalam kehidupannya sehari-hari. Mengingat pentingnya peranan tersebut, maka Pemerintah Kota Medan mengadakan kegiatan sosialisasi serta pembinaan kepada guru-guru sekolah minggu yang ada di Medan.

Wali Kota Medan (Drs HT Dzulmi Eldin S MSi) diwakili oleh Kepala Bagian Sosial dan Pendidikan Setdakot Medan (Drs. Ahmad Raja Nasution M.SP) menyampaikan hal itu ketika membuka kegiatan sosialisasi dan pembinaan kepada guru-guru Sekolah Minggu di Hotel Soechi [Selasa 1/8].

Dengan mengikuti sosialisasi dan pembinaan ini, Ahmad Raja berharap agar guru-guru Sekolah Minggu yang ada di Medan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang baik akan ajaran agama kristen sehingga mampu menuntun iman kerohanian anak-anak sekolah minggu.




“Saya dan segenap jajaran Pemko Medan sangat menginginkan anak-anak Sekolah Minggu yang ada di Kota Medan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia serta berguna bagi bangsa dan negara,” kata  Raja.

Untuk mewujudkannya, bilang Raja,  tentunya dibutuhkan tenaga pengajar dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang baik akan ajaran agama Kristen sehingga dapat membimbing dan menuntun anak-anak Sekolah Minggu ini secara utuh dalam kehidupan iman-kerohanian, baik dalam keluarga maupun masyarakat.

Selain itu,  Raja juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi wadah silaturahmi bersama antara guru-guru Sekolah Minggu dengan Pemko Medan, guna terwujudnya hubungan yang baik dan saling bersinergi serta berkoordinasi demi mewujudkan program-program pembangunan di Kota Medan.



“Kita ingin melalui kegiatan ini terjalin hubungan yang semakin erat antara Pemko Medan dengan guru-guru Sekolah Minggu, sehingga program pembangunan Pemerintah kota yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar,” harapnya..

Sebelumnya, dalam laporan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Yustina Hasibuan dijelaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk melakukan sosialisasi Peraturan Pendukung dalam pelaksanaan program guru Sekolah Minggu sesuai Peraturan Walikota Medan No.19 Tahun 2017 tentang pemberian dana jasa pelayanan kepada warga pelayan masyarakat, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai penerima bantuan.

Selain itu, jelas Yustina, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah minggu sehingga memiliki kesamaan visi dan cara penyampaian kepada peserta didik. Kegiatan sosialisasi dan pembinaan ini akan berlangsung selama 6 hari dan diikuti sekitar  3000 orang yang terdiri dari guru Sekolah Minggu dari seluruh kecamatan di Kota Medan.

Sebagai narasumber, Yustina mengatakan menghadirkan secara bergantian diantaranya Drs Godfried Efendi Lubis MM, Dame Dumasari Hutagalung, dan Ir. Sahat B. Simbolon dari DPRD Kota Medan. Selain itu Kabag Sosial dan Pendidikan dan Kabag Agama Setda Kota Medan. Kemudian Pdt Martin Manullang MTh dari PGI Kota Medan, Pdt Tulus Siahaan,MTh dari BKAG Kota Medan dan yang terakhir Pastor Borta Rumapea dari Paroki ST. Paulus.






Leave a Reply