Pernah ke Candi Borobudur dan Prambanan, kan? Di candi tersebut juga ada patung. Orang Jawa bilang, “Pating Jenggeleg”. Artinya, patung itu ada di mana-mana. Candi tersebut juga tinggiiiiii menjulang ke angkasa.

Lalu, apakah masyarakat Jogja dan Magelang akidahnya rusak? Apakah akhlaknya juga hilang? Apakah nilai-nilai kemanusiaan di Jogja juga terganggu dengan adanya candi yang banyak patungnya?

Justru di Jogja dan Magelang semua hidup damai. Saling menghargai. Mereka hidup rukun. Yang beragama Islam juga tetap sholat 5 waktu. Yang beragama Nasrani, Budha, Hindu dan KONG Hu Chu hidup berdampingan. Mereka mengamalkan Pancasila dengan baik.

Lalu apa masalahnya patung yang ada di Tuban? Apa karena lebih tinggi dari patung Jendral Sudirman?

Kenapa patung yang ada malah mau dirobohkan? Mau dirusak. Tinggal bikin patung Jendral Sudirman yang lebih tinggi atau malah dua kali lipat tingginya, kan beres? Ya, tow? Ya, tow?

Jangan-jangan setelah protes soal patung di Tuban, lalu mau demo juga tentang keberadaan Candi?

Ahh, jadi ingat emak yang pernah bilang gini: “Orang baik akan melihat sesuatu dengan kebaikan. Orang tidak baik, melihat sesuatu juga dengan tidak baik.”

Soal patung kok ribut? Punya otak jangan cingkrang, ngapa?











Leave a Reply