Kolom Adinda Dinda: 2 SEJOLI NASI GORENG (Mobil Tua)

1
589

Prabowo atau Wowo (demikan aku memangilnya) yang masih sangat berambisi menjadi orang nomor 1 di negeri ini, sekarang hanya tingal bayang-bayang saja. Masih dapat terbaca dengan sangat jelas, kalau Prabowo sepertinya ingin kembali ke era kejayaannya, saat Dinasti Cendana begitu berkuasa di negeri ini. Segala hal dapat ia lakukan.

Ia berpikir, selama ini rakyat Indonesia sudah lupa dengan Tragedi Akativis 98 dan kasus-kasus pelanggaran HAM lainnya yang terkait dengan namanya. Prabowo terlalu gila akan kekuasaan dan gila berkuasa di negeri ini.

Saat dipertemukan dengan SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono), mereka adalah pasanggan yang serasi, yang memiliki kesamaan, pandangan, dan ambisi politik. Sama-sama gila akan kekuasaan dan berkuasa. Sungguh ini dua sejoli yang sangat serasi.

Sby yang belakangan ini melekat pada dirinya sebagai Si Raja Mangkrak, masih tidak puas dan cukup menjadi presiden berkuasa selama 10 tahun.

Duet Prabowo dan Sby tidak menyadari kalau selama ini rakyat Indonesia sudah pandai dalam memilih pemimpin yang pantas memimpin negeri Indonesia tercnta ini. Rakyat Indonesia sangat berharap perubahan dan kemajuan dari tahun ke tahun. Bukan sekedar janji dan retorika belaka.

Rakyat Indonesia ingin punya pemimpin yang bisa membangun negeri ini dan memikirkan kebutuhan rakyatnya.

“Neob or deep state.”

Neoliberalisme ekonomi yang menjurus ke ekonomi politik dan kebebasan ekonomi. Dan Deep state… Pemerintahan bayangan, haruskah Indonesia di bawah pemerintahan bayangan?

Jawabnya, tidak! Rakyat ingin pemimpin yang tegas, jujur, dan adil. Yang mampu membawa Indonesia yang berdaulat secara ekonomi dan politik. Dan pemimpin yang menempatkan rakyat Indonesia sebagai pemegang kekuasaan yang sesunguhnya, bukan hanya sebagai boneka yang diatur.








1 COMMENT

Leave a Reply