Ketika rombongan barbar berjubah agama menguasai Mosul, Irak, salah satu yang mereka lakukan adalah merusak patung-patung. Artefak budaya berusia ratusan abad itu dibumihanguskan. Ada satu patung berharga dari abad 9 di jaman Asiria yang juga dibongkar begitu saja oleh ISIS.

Begitu pun saat ISIS menguasai kota Palmyra, yang dikenal menyimpan ratusan artefak kuno peningalan sejarah. Benda-benda bernilai ilmu pengetahuan dan seni itu juga dihancurkan. Sebenarnya sih, banyak juga yang dijual ke pasar gelap.

Kenapa dihancurkan? Ideologi puritan Wahabi yang mereka anut menganggap patung-patung itu sebagai berhala. Jadi, demi menjaga keimanan, ya, harus dihancurkan. Iman mereka memang tipis kuping dan baperan. Merasa terganggu dengan apa saja. Termasuk dengan seonggok artifak sejarah.




Sama persis ketika pasukan Bani Saud berhasil melakukan kudeta dan menguasai Madinah. Selain membuat kota suci itu banjir darah, keberingasan Bani Saud juga merobohkan kubah makam keluarga Kanjeng Nabi di pekuburan Baqi. Dari nama Ibnu Saud itulah lahir nama negara Saudi Arabia.

Alasannya sama. Berziarah ke makam adalah sirik. Jadi, makam orang-orang suci si Baqi tidak diperlakukan dengan hormat. Sampai sekarang pusara para imam, pusara Ibrahim bin Nabi Muhamad, atau pusara ibunda Fatimah binti Assad dibiarkan begitu saja hanya ditemani burung-burung. Orang tidak boleh mendekatinya untuk berziarah.

Otak rezim Saudi dengan ideologi Wahabi puritan yang gampang menuding sirak-sirik ini menjadi penyebab hilangnya apresiasi pada sejarah. Bukan hanya itu, mereka juga kehilangan keterikatan pada keindahan.

Memang, dalam sejarah Rasul mulia pernah membersihkan patung-patung yang berada di dalam Kabah. Tapi yang dibersihkan Rasul itu hanya patung di dalam Kabah sebagai simbol berhala yang disembah.

Jika saja perintah Rasul untuk menghancurkan semua patung, niscaya kini kita tidak bisa melihat Spinx atau artefak sejarah lain di negeri-negeri Timur Tengah.

Toh, Spinx masih berdiri. Dan ISIS kemarin menghancurkan artefak sejarah yang berharga bagi peradaban dunia.

Di Indonesia, kita juga menyaksikan ada kelompok orang yang punya fikiran sama dengan ISIS. Dasar ideologinya sama seperti Ibnu Saud yang dikit-dikit syirik, sebentar-sebentar musyrik. Orang-orang seperti ini sangat gemar merusak patung.

Di Tanjung Balai Asahan kemarin mereka menurunkan patung Budha yang sudah berdiri lama di puncak Vihara. Entah kenapa imannya begitu cekak hingga terganggu oleh sebuah patung batu.

Di Tuban sekarang ada juga serpihan manusia yang otaknya ketularan pemahaman ala Wahabi Ibnu Saud. Mereka memprotes patung-patung Kongcu. Bedanya mereka mungkin baru kaum kelas KW 9.

Kalau ISIS dan Ibnu Saud langsung menghancurkan, di Tuban patung itu hanya diselimuti saja. Maka jadilah Tuban punya satu-satunya patung di dunia yang memakai pembalut. Yang sayapnya di samping dan anti bocor.

Semoga menarik hati wisatawan datang ke kota itu.

FOTO HEADER: Sebuah tebing di Bamiyan (Afghanistan) yang menjadi lokasi patung Budha tertinggi di dunia (berusia lebih 1.500 tahun) yang dibom oleh Taliban di tahun 2001 sehingga lobang itu sekarang kosong.

VIDEO: Ekspresi seni modern India yang menggabungkan puisi, lagu, musik, tari, busana, sinematografi, dan seni pahat/ patung. Lagu dasar adalah sound track film India Kabhi-kabhi yang dibintangi oleh Amitabachan, Sashi Kapoor, dll.







Leave a Reply