Malam Minggu Menikmati Seni dan Tari Mandailing di Medan

0
267

NATALIE SEMBIRING. MEDAN. Panggung Seni dan Budaya (PSB) Kota Medan yang dipusatkan di Jalan Pulau Penang berlangung meriah [Sabtu 5/8: Malam]. Ratusan pengunjung sangat antusias mengikuti rangkaian acara yang disajikan. Malam itu giliran seni dan budaya dari etnis Mandailing (Tapanuli Selatan) yang ditampilkan. Selain lagu dan tarian, pertunjukan juga dimeriahkan dengan alunan musik tradisionil gordang sambilan.

Dengan mengusung tagline Semarak Malam Mandailing, menghadirkan ornamen dan properti panggung, kostum penari, dan musik yang diketengahkan membuat seluruh pengunjung yang hadir dibawa terhanyut serasa kembali ke kampung halaman (Mandailing Godang). Itu sebabnya nuansa Mandailing sangat kental dalam pertunjukan yang berlangsung mulai pukul 20.00 wib sampai 23.00 wib.

Tidak hanya pengunjung yang dibuat terpesona, Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi yang hadir didampingi oleh sejumlah pimpinan SKPD seperti Kadis Pariwisata, Agus Suriono, Kadis Pemuda dan Olaharaga, Mara Husin Lubis, Kadis Perikanan dan Pertanian, Ikhsar R Marbun serta Kadis kebudayaan, Suherman juga merasa terhibur menyaksikan aneka seni dan tari yang ditampilkan tersebut.

Sejak pertunjukan dimulai, selain tarian yang sangat memikat, pengunjung juga dihibur dengan aneka lagu Mandailing yang sudah tidak asing di telinga seperti Kijom-Kijom, Si Togol, Endeng- Endeng, Ketabo, Ho Holongan, Rere Mana Rere, serta beberapa lagu lainnya.

Guna menghidupkan suasana, pembawa acara juga menantang pengunjung yang hadir naik panggung untuk membawa lagu Mandailing kesayangannya. Tantangan itu langsung direspon pengunjung.

Salah satu pengunjung Yuni Br Harahap naik ke atas panggung, tampil dengan membawakan lagu Si Togol dan Ketabo. Lantunan lagu yang dibawakan dengan sangat merdu ini berhasil membuat Wakil Wali Kota bangkit dari tempat duduk diikuti para pimpinan SKPD dan langsung marnortor bersama dengan pengunjung.

Usai marnortor bersama Wakil Wali Kota dan para pimpinan SKPD, para pengunjung kembali disuguhkan dengan tarian khas Mandailing seperti Tarian Onang-Onang, silat Mandailing dan musik gordang sambilan sebagai pemungkas acara.

Melihat tingginya antusias masyarakat menyaksikan PSB ini, Wakil Wali Kota pun menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pariwisata Kota Medan yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Menurut Akhyar, Dinas Pariwisata telah mampu menyajikan hiburan seni dan budaya yang menarik bagi masyarakat.

“Acara ini patut kita apresiasi, terlebih kepada Dinas Pariwisata, sebab telah mampu menyajikan hiburan kesenian tradisionill yang menarik bagi masyarakat, sehingga kegiatan ini menjadi hiburan yang baru bagi masyarakat Kota Medan. Artinya, setiap Malam Minggu, warga bias menyaksikan pertunjukan PSB yang menyungguhkan seni dan tari dari seluruh etnis yang ada di Kota Medan secara bergilir,” kata Akhyar.

Selanjutnya mantan anggota DPRD Medan ini berpesan, Dinas Pariwisata harus terus berkreasi dan berinovasi sehingga PSB yang ditampilkan tidak monoton. Dia berharap PSB dapat menjadi salah satu hiburan bagi warga Kota Medan yang ingin menikmati akhir pekan bersama keluarga.

“Saya berharap pertunjukan yang akan ditampilkan dikemas sebaik mungkin sehingga menjadi pertunjukan yang benar-benar menghibur. Sebab, kita ingin PSB tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga upaya untuk mengajak masyarakat, terutama generasi muda mencintai seni dan tari tradisionil yang ada di Kota Medan. Jadi buat kegiatan ini agar mampu menarik perhatian generasi muda untuk menikmatinya,” pesannya.

Selain menampilkan lagu dan berbagai tarian etnik, masyarakat juga dapat menikmati aneka kuliner tradisionil maupun souvenir hasil produksi para pelaku UMKM di Kota Medan dengan harga yang cukup terjangkau.

“Tidak hanya untuk melestarikan seni dan budaya, PSB juga menjadi media promosi bagi para apelaku UMKM di Kota Medan,” jelas Akhyar.








Leave a Reply