BASTANTA P. SEMBIRING. SP RAMBUTAN (JAMBI). Sebelumnya masyarakat di Simpang Rambutan, Desa Suban (Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi) sekitarnya sangat merindukan datangnya hujan. Pasalnya, sekitar 2 bulan lamanya sudah kawasan ini tidak pernah turun hujan.

Namun, apa yang terjadi kemarin tentunya juga membuat masyarakat kewalahan menghadapinya. Sejak kemarin sore [Selasa 8/8], hujan deras sudah turun dan baru berhenti pagi tadi [Rabu 9/8: sekira pukul 06.30 wib].

Semoga ini tidak seperti pepatah Suku Karo mengatakan, “seh sura-sura, turah sinanggel”, atau dapat secara gamblang kita artikan ke Bahasa Indonesia menjadi, “keinginan sudah tercapai namun berbuah penyesalan (menjadi beban).” Jika hujan berlangsung terus-menerus, masyarkat pun susah beraktivitas. Sebagian besar dari masyarakat di Simpang Rambutan merupakan petani/ pekebun kelapa sawit. Jika hujan deras berlagsung lama, petani susah melakukan panen.

Bukan itu saja, udara, halaman, dan jalan yang semula berdebu kini bergganti menjadi kubangan berlumpur padat dan licin.

Udara panas berubah drastis menjadi sangat dingin. Perubahan cuaca secara drastis juga mempengaruhi ketahanan tubuh. Beberapa orang yang ditemui Sora Sirulo pagi ini tampak mulai batuk dan flu.

Untuk sektor perdagangan sendiri, mengingat Simpang Rambutan merupakan pusat dari beberapa kawasan permukiman di sekitarnya, seperti Sungai Ari, Kamp A, Blok Kosong, dan lain-lain yang masih melewati jalan tanah, jelas dengan turunnya hujan deras terus menerus membuat warga di daerah itu enggan ke luar. Jadi sangat berpengaruh ke sektor perdagangan.

Saat berita ini dikirim ke meja redaksi [sekira pukul 08.27 wib], hujan sudah benar-benar berhenti dan masyarakat pun sudah mulai sibuk beraktivitas. Namun, langit masih tampak mendung, seakan memberi isyarat kalau hujan akan turun kembali.

Walau demikian, apapun yang terjadi, sesungguhnya patut dijalani dengan penuh rasa syukur dan percaya semua ada waktunya, tinggal kita mengatur waktu yang tepat untuk apa yang harus kita lakukan.











Leave a Reply