Sekitar Jebolnya Danau Sinabung

0
497

EMMY F. PURBA. SIMPANG EMPAT. Musim kemarau telah berlalu dengn turunnya hujan 4 hari lalu [Senin 7/8] di Dataran Tinggi Karo atau disebut Karo Gugung oleh oang-orang Karo untuk membedakannya dengan Karo Hilir (Karo Jahe) yang meliputi Medan, Delisedang, Binjai, dan Langkat.

Para petani bersoaksorai menyambut pergantian musim ini. Tapi, banyak warga yang tidak menyadari bahwa musim hujan, selain membawa berkah kesuburan pertanian, dapat juga membawa malapetaka seperti halnya ancaman banjir dan longsor.

Selama 4 hari belakangan ini, Dataran Tinggi Karo terus menerus setiap harinya diterpa hujan deras hampir sepanjang hari. Keadaan ini mengakibatkan peningkatan debit air Sungai/ Lau Borus yang mengalir dari Danau Lau Kawar, tepat di kaki Gunungapi Sinabung. Debit air yang tinggi selanjutnya mengakibatkan tejadinya erosi pada bendungan alamiah yang terjadi di bagian lain dari kaki Gunungapi Sinabung yang telah membuat munculnya sebuah danau diantara Desa Gambir dan Kuta Tonggal (Kecamatan Simpang Empat).

Hari ini [Jumat 11/8: Pukul 10.00], bendungan yang terjadi akibat terpaan awan panas Sinabung di kala erupsi itu jebol sehingga air yang ditampung oleh danai selama ini tumpah ruah ke arah hilir. Di hilir ada Desa-desa Berastepu, Gurukinayan dan seterus bergabung dengan Sungai/ Lau Biang yang mengalir dari Gunung Sipiso-piso ke arah air terjun Belingking di perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Langkat. Dari air terjun ini, sungai beralih nama menjadi Sungai/ Lau Wampu/ Bampu, mengalir ke Selat Malaka/ Sumatra, tak jauh dari pusat Kerajaan Haru, Hamparan Perak.

Sebagaimana dilaporkan rekan kami Pelin Depari dari lokasi danau, jebolnya danau ini sampai sekarang belum ada memakan korban jiwa maupun kerusakan lahan warga. Hanya saja, dihimbau kepada masyarakat supaya menghindari lokasi karena rawan bahaya. Hingga saat ini hujan masih mengguyur lokasi.











Leave a Reply