Beberapa hari terakhir, Ibu Sri Mulyani dengan lugas, tegas dan garang menjelaskan soal utang Indonesia, bahkan dengan lantang menantang para pembenci Pak Jokowi.

“Hai pembenci Pak Jokowi, sebutkan satu saja kesalahan Pak Jokowi, akan saya bayar Rp. 1 Milyard. Jika tidak, kalian adalah sakit jiwa.”

Lalu, berhari-hari saya hunting. Saya penasaran dan berburu berita. Setiap grup yang saya ikuti, khususnya grup yang berlabel pembenci pemerintahan sekarang, saya teliti. Saya berharap ada artikel untuk menerima tantangan tersebut. Saya berharap ada salah satu ekonom yang berani unjuk gigi melawan begawan ekonomi dan ahli keuangan yang tidak diragukan lagi kapasitasnya dan kwalitasnya.

Ada sih yang memberi tanggapan, namun rata-rata kwalitasnya ya seperti halnya yang mengaku Ustadz Tengku, atau seperti Si Dani dan juga Si Zonk. Mereka hanya menanggapi ngawur. Tidak berkelas. Tidak bermutu. Hanya asal ngomong dan ujung ujungnya bilang “kalian Kafir dan PKI.”

Yang patut disimak, kenapa seorang Ibu Sri Mulyani harus mengeluarkan tantangan dengan mempertaruhkan kredibilitas dan jabatan?

Di sinilah luarbiasanya, beliau jelas tidak diragukan lagi soal keilmuannya. Beliau jelas sudah diakui dunia sebagai Ahli Keuangan. Dan itu kenapa Bank Dunia mempercayakan ibu Sri untuk duduk di kursi terhormat.

Bukan itu saja, isu hutang yang masif didengungkan oleh Pembenci Pak Jokowi memang sudah sangat keterlaluan. Sangat kurang ajar sekali. Tidak mau cek dan balance untuk memverifikasi.

Dampak dari teriakan tantangan Ibu Sri Mulyani, konon membuat orang-orang seperti halnya si Facri tidak berkutik. Konon pula, karena hal ini si Facri akhirnya sadar diri. Yang masih suka nyleneh belakangan ini ya tinggal Si Tengku, Zonk dan kabar terakir si Dani.

Apakah yang disebutkan di atas sakit jiwa? Atau ada pembaca TS ini yang juga Sakit Jiwa? Tau sakit jiwa, kan? Katanya sih agak gila. Agak lho,ya.











Leave a Reply