Kolom Ganggas Yusmoro: Merah Putih Benderaku, Indonesia Negeriku, Jokowi Presidenku, Itulah Kebanggaanku

0
432

HUT kemerdekaan tahun ini adalah benar-banar terasa lain. Ini yang kurasakan. Terasa lebih greget. Terasa lebih bermakna buat diri ini. Bukan karena semakin semaraknya umbul-umbul atau gemerlapnya lampu jalan di pinggir jalan atau di taman kota.

Lalu apa? Kenapa terasa berbeda? Kenapa lebih istimewa ketimbang HUT Kemerdekaan RI tahun-tahun yang lalu?

Begini, ketika ada seorang pemimpin negeri ini yang patut dibanggakan, bahkan temen-temen yang ada di luar negeri mulai yang di Inggris, Belanda, hampir seluruh Eropa, Amerika, China, Jepang, Malaysia, Singapura, Australia serta d Iwilayah Jasirah Arab memberi penghargaan, memberi apresiasi, bahkan memuji seorang Jokowi.

Siapa yang tidak bangga?

Tentu, sebagai anak bangsa, saya percaya pada mereka. Saya percaya dengan nalar mereka. Saya percaya dengan akal sehat mereka. Lha, wong mereka memuji tentu juga tidak ada kepentingan. Tidak ada maksud tertentu. Muncul karena memang dari kewarasan mereka.

Yang lebih hebat lagi, temen-temen media sosial dari luar negeri tidak ada satupun yang bertanya, Jokowi itu agamanya apa? Kenapa ini saya katakan hebat? Ya, iyalah. Ketika di ngeri ini masih saja ada yang mempersoalkan perbuatan baik seperti halnya kasus seorang dokter muda yang kecapekan dan kelelahan karena memforsir tenaga demi tugas akhirnya meninggal, masih juga ada yang bertanya nyinyir: “Agamanya apa?”

Itulah kenapa tahun ini rasanya HUT Kemerdekaan RI terasa spesial. Bangga punya seorang pemimpin yang hebat dan luar biasa. Dibantu oleh menteri-menterinya yang luar biasa. Dibantu oleh komandan yang hebat seperti halnya Pak Tito dan Pak Gatot, berhasil membuat negeri ini disegani dan dipuji.

Saya yakin Pak Jokowi akan terus melangkah. Saya yakin beliau akan terus membenahi negeri ini yang sudah rusak di sana sini. Saya yakin juga negeri ini akan makmur dan kembali menjadi Jamrud Khatulistiwa, yang berjaya dengan Sang Saka Merah Putih yang berlandaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Mas, judulnya gak kepanjangan?” itu celoteh istri ketika kutunjukkan tulisan ini.

Kan lebih bagus panjang. Jawabku sekenanya.

Pinggangku dicubit.

Aauuuu…….








Leave a Reply