Aku merasah heran dan kaget, seorang Tifatul Sembiring berani melecehkan lambang kepala negaranya sendiri.

Aku berkata jujur, orang sekelas Tifatul Sembiring tidak sepantasnya berkata seperti ini. dia menggolok-olok seorang pemimpin di negeri ini.

Tifatul Sembiring, mulutmu harimaumu. Sebagai pemimpin Partai PKS mungkin kamu tidak paham dengan kata-kata ing ngarso sun tulodo. Ing ngarso sun tulodo adalah wejangan atau nasihat untuk seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang di sekitarnya.

Aku merasah sedih Karena presidenku Pakdhe Jokowi yang aku cintain dilecehkan seperti ini. Presidenku Pakdhe Jokowi bukan aku sendiri saja rakyatmu yang sayang dan menyintaimu sebagai kepala negara tertinggi di negeri ini.

Presidenku Pakdhe Jokowi, rakyatmu dari Sabang sampai Meurauke begitu sayang dan menyintaimu sebagai presiden, kepala negara tertinggi di negeri ini.

Mulutmu Harimaumu. Rakyat Indonesia begitu sayang dan menyintain Pakdhe Jokowi sebagai presiden Dan kepala negara tertinggi di negeri ini. Kita tidak akan menerima atas pelecehan ini!

VIDEO: Sebuah lagu pop Karo, postingan Ligat Tarigan di grup fb Jamburta Merga Silima

Posted by Kutaku KaroFolk on Thursday, August 17, 2017








1 COMMENT

  1. “Tifatul Sembiring, mulutmu harimaumu.”

    Uga ka nge kelihndu e ma biring. . . buka mulut harimau buas . . . kegigit sendiri . . .

    Ukuri lebe maka erbelas, nina nini-nininta nai nari. . . .

    MUG

Leave a Reply