Ahok dengan sadar mencoba menjelaskan kepada manusia otak separuh bahwa agama itu hanya baik untuk dirimu sendiri dan agama itu ibarat “kancut” standard dan ukuran beda setiap orang.

Ada orang pantatnya lebar ada juga yang tipis. Jadi yang lebar ukurannya XL kalau yang tipis cukup S. Kalau memaksakan menggunakan XL untuk ukuran S maka bisa dipastikan anda akan tidak merasa nyaman, begitupun sebaliknya (vise versa).

Jadi Ahok jelas cuman ingin mengingatkan, jangan mau ditipu oleh penjual obat agama, karena omongan sama kenyataan jelas berbeda.

Nah sekarang yang otaknya masih separuh ditipu bolak-balik pake agama masih saja bilang itu adalah takdir. Wow, penyakit tololmu kapan kelarnya? Kasian tuh otak yang ada di balik tempurung kepala. Coba sekali-kali gunakan dan perhatikan kemampuan tersembunyi dari otak yang aktif, beda banget sama otak yang parkir.

Jadi, sekali lagi Ahok benar. Dan, orang-orang yang benar biasanya jumlahnya sedikit. Mereka-mereka inilah yang akan membawa bangsa ini ke dalam era terbuka, melawan kebodohan dengan cara simple mengaktifkan akal sehat.

#Itusaja!






Leave a Reply