Kunjungan Guru Besar Arkeologi USM (Pulau Penang) ke Limang

0
638
 Laporan: Nancy M. Brahmana dari Dataran Tinggi Karo

 

Prof. Mokhtar yang adalah juga sebagai satu dari 7 penilai Warisan Dunia, Unesco, menyempatkan diri mengunjungi Desa Limang (Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo) kemarin [Selasa 29/8]. Dalam kunjungannya ini, dia dampingi oleh Ketua Prodi S2 Sejarah USU (Dr. Suprayitno) beserta tim dari Dinas Pariwisata Pemprovsu dan Dinas Pariwisata Pemkab Karo.

Rombongan ini telah menemukan situs sejarah berupa tempat yang selalu diadakan upacara pelarungan abu mayat kremasi.

Pada pertemuan dan kunjungan selanjutnya, Prof. Mokhtar mengharapkan kerjasama pemerintah dan masyarakat Desa Limang untuk mengadakan ekspansi lanjutan untuk mengetahui usia situs dan kemungkinan masih terdapat gerabah ataupun pecahan gerabah masa lalu sebagai memperkuat bukti peninggalan kremasi di tempat tersebut.

Kami membawa Prof. Mokhtar bersama rombongan ke satu lokasi menuju perladangan Rih Panjang, Limang. Penduduk setempat mengatakan, lokasi itu adalah Batu si ergantung, disebabkan terlihat bebatuan tebing berjejer seperti sebuah benteng.

Prof. Mokhtar menganalisa bahwa lempengan yang terlihat berasal dari perut bumi yang keluar tidak kurang dari 250 juta tahun lalu. Batu lempengan yang diperlihatkan oleh Prof. Mokhtar menunjukkan fosil tumbuhan dan binatang yang menempel pada batu.

Menilik dari tebing dan lapisan yang didapat dan pengamatan Prof. Mokhtar mengatakan bahwa Limang diapit oleh dua gunung berapi purbakala, yang lebih jauh tua daripada Gunung Sinabun ataupun geopark Toba. Kedua gunung ini masih aktif.

Dahulu Desa Limang merupakan sebuah danau yang luas, tapi kini merupakan sebuah pulau kecil yang dikelilingi sungai.

Keberadaan gunung berapi yang aktif ditandai pula dengan adanya tiga buah aliran air belerang yang terdapat di tepi sungai Serembo (Lau Serembo). 












Leave a Reply