Hari Pangan Sedunia di Medan

0
211

EMMY F. PURBA. MEDAN. Wali Kota Medan (Drs H T Dzulmi Eldin S MSi) didampingi Ketua TP PKK Kota Medan (Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH) mengikuti peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS)  ke-37 Tingkat Kota Medan tahun 2017 di Lapangan Sepakbola Jl. Kapten Rahmadbudin, Kelurahan Rengas Pulau (Medan Marelan) [Rabu 30/8].

Peringatan HPS berlangsung  meriah,  selain dirangkaikan dengan lomba cipta menu beragam bergizi  seimbang dan aman (B2SA)  berbasis sumber daya lokal,  juga dimeriahkan dengan program nasional  gerakan lomba masak serba ikan guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan gizi nasional melalui bahan pangan yang berasal dari ikan.

Selain itu, di hadapan seribuan pengunjung yang menghadiri HPS, Wali Kota selanjutnya menyerahkan bantuan 2 unit mobil laboratorium keliling kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan. Setelah itu Wali Kota juga  menandatangani MoU dengan Balai POM Sumut terkait  pengawasan obat-obatan dan makanan.

Dikatakan oleh Wali Kota, pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling esensial. Karenanya ketersediaan pangan bagi masyarakat luas haruslah terjamin.  Untuk mencapai ketahanan pangan, Wali Kota mengatakan membutuhkan tekad, kesungguhan, kerja keras, pendekatan sistematis serta koordinasi dari semua pihak.




Selanjutnya Wali Kota mengungkapkan, peran pertanian terlebih sektor pangan sangat strategis sebagai penyedia pangan dan bahan baku.  Namun diingatkannya,  semua usaha tani ini rentan terhadap perubahan iklim.

“Itu sebabnya perubahan iklim  merupakan salah satu ancaman serius terhadap ketahanan pangan yang harus disikapi secara bijak,” kata Wali Kota.

Kemudian mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan mendukung upaya terwujudnya ketahanan pangan dan gizi nasional melalui bahan pangan yang berasal dari ikan, termasuk menginisiasi  gerakan memasyarakatkan makan ikan. Sebab, gerakan itu dinilainya bertujuan membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat  untuk gemar mengonsumsi ikan. Oleh karenanya, Wali Kota sangat mengapresiasi peringatan HPS ini dirangkaikan dengan lomba masak serba ikan. Apalagi lomba ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, provinsi sampai nasional dengan melibatkan TP PKK Kota Medan sebagai peserta.




“Saya berharap TP PKK Kota Medan dapat mengembangkan dan mensosialisasikan semua masakan hasil lomba serta mentrasformasikan seluruh menu menjadi  hal yang bernilai ekonomi serta mendorong budaya memasak ikan di lingkungan keluarga.  Di samping itu meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan sebagai menu keluarga sehari-hari,” ujarnya.

Tidak itu saja, Eldin juga berharap melalui gerakan makan ikan ini, masyarakat secara luas mampu menyajikan panganan berbahan dasar ikan yang beragam dan mulai mencintai kuliner berbasis ikan. Wali Kota meyakini, gemar mengonsumsi ikan ini dapat mencerdaskan anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam peringatan HPS, Wali kota didampingi Ketua TP PKK selanjutnya menyerahkan bantuan hidroponik , bantuan sarana dan prasarana usaha ekonomi produktif serta bantuan home industri pangan olahan sebanyak 28 paket.

Kemudian dilanjutkan penyerahan makan tambahan untuk anak kurang asupan pangan, bantuan pemberdayaan perkarangan pangan, penyerahan sarana prasarana pemanfaatan  perkarangan peningkatan protein hewani serta penyerahan hadiah lomba cerdas cermat dan lomba cipta B2SA berbasis sumber daya lokal.

Setelah itu Wali kota bersama Ketua TP PKK didmapingi Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim Harahap selanjutnya meninjau lokasi perlombaan memasak serba ikan dan lomba cipta menu B2SA  berbasis sumber daya lokal serta sejumlah stand yang menampilkan produk terkait ketahanan pangan.

Sementara itu Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan,  Muslim Harahap dalam laporannya menjelaskan, maksud dan tujuan diselenggarakannya peringatan HPN Sedunia ke-32 Tingkat Kota Medan tahun 2017 yakni meningkatkan kesadaran dan perhatian akan pentingnya masalah pangan baik tingkat global, regional dan khususnya tingkat Kota Medan.

Selain itu tambah Muslim lagi, memperkokoh solidaritas antar bangsa dalam usaha memberantas kekurangan pangan dan gizi yang dialami sebagian besar penduduk di dunia.

“Di samping itu mendorong dan meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu pangan B2SA berbasis sumber daya lokal,” terang Muslim.













Leave a Reply