Jangan pernah mengaku sudah berpikir obyektif apalagi kritis terhadap preferensi politik jika belum mampu mengorek borok “selera pilihan politik” anda.


Saya pemilih Jokowi pada Pilgub dan Pilpres lalu. Saya juga pemilih Ahok pada Pilgub kemarin. Tapi sudah terbukti dari tulisan-tulisan saya yng bnyak mengkritisi kerja pemerintah yang dalam hal ini Jokowi.

Dan, Ahok pun tak lepas dari kritikan saya pada saat menjelang di akhir masa jabatannya sebelum Pilkada dan pada saat dua debat terakhir. Mengenai kerja bagusnya sudah pasti saya apresiasi secara positif yang tentunya proporsional. Itu memang sudah diprediksi sejak awal sebelum saya memilihnya.

Bahwa kemampuan mengkritisi pihak yang berada di barisan kita sendiri itu jauh lebih sulit ketimbang yang berada di barisan seberang kita.

So… Jangan ngaku-ngaku sepanjang belum ada bukti. Meminjam ungkapan Bung Rocky Gerung: “Ok IQ saya cuma 50, kalian 200 tapi yang dikumpulkan dalam satu kolam.”

#Salam “Berpikir Gila”








Leave a Reply