Saat jadi Presiden, Gus Dur melakukan lawatan ke berbagai negara. Tujuannya meyakinkan dunia internasional agar tidak ikut mencabik-cabik bangsa ini. Saat itu, Indonesia di jurang perpecahan. GAM di Aceh. RMS di Ambon dan Separatis Papua yang dibiayai AS. Belum lagi Israel yang ikut mengobok-obok.

Banyak orang nyinyir. Mereka menuduh Gus Dur pelesiran pakai uang negara. Memanfaatkan aji mumpung. Apalagi saat beliau ke Paris. Para pembencinya semakin nyolot mulutnya.

Saat dikonfirmasi, Gus Dur menjawab.

“Mereka memang gak mudheng apa yang saya lakukan. Ngapain saya pelesiran ke Paris? Bagi saya Paris dan Jakarta itu sama saja. Sama-sama gelap,” ujarnya enteng.

Ah, Gus. Allahyarham, semoga Allah merahmatimu.

Kini ada seekor bekicot menghina putrimu dengan sebutan Anak Si Buta.

Bekicot lain yang dulu menghinamu secara kasar dengan sebutan yang sama kini malah buron dijerat kasus mesum.








Leave a Reply