Sapiens, species homo yang sukses menjadi penguasa tunggal dalam lingakaran rantai makanan (food chain) cuman dalam waktu puluhan ribu tahun lamanya. Alasan di balik kesuksesan itu pun simple, karena homo sapiens melewati apa yang disebut oleh Yufal Noah Hariri sebagai “Revolusi Kognitif”.

Apa yang dimaksud oleh Hariri dengan revolusi kognitif, tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah kemampuan baru yang alamiah. Ini terutama dalam menyampaikan informasi dalam jumlah yang lebih besar tentang dunia yang mengelilingi homo sapiens, tentang hubungan sosial, hingga informasi tentang hal-hal yang tidak benar-benar ada, seperti tuhan, setan, arwah, negara, perusahaan liabilitas terbatas, hingga hak-hak asasi manusia.

Jadi, dari Revolusi Kognitif di atas species manusia (homo sapiens) bisa merencanakan aksi-aksi rumit seperti menghindari singa di savana Afrika, hingga mendesain pemburuan-pemburuan efektif.

Bukan cuman itu, dengan Revolusi Kognitif species homo sapiens bisa mengorganisir kelompoknya secara effektif, sementara jenis homo lainnya macam homo Neanderthal, Erectus, Denisova, Rudofensi, tidak bisa melakukan itu secara efektif.

Homo sapiens lewat Revolusi Kognitif bisa membangun kerjasama efektif dengan mereka yang ada di luar komunitasnya, walaupun problem ketidakpercayaan akibat penghianatan selalu menjadi kekhawatiran yang biasanya berujung pada konflik. Tapi, lebih jauh dari itu, semua homo sapiens telah sukses menjadi penguasa bumi dan menjadi ancaman serius bagi species lain.

#Itusaja!








Leave a Reply