NATALIE SEMBIRING. BALIGE. Karnaval Pesona Danau Toba dilaksanakan kembali di kabupaten Toba Samosir. Yang mana kegiatan serupa juga telah dilakukan di tempat yang sama pada tahun 2016. Hanya saja pada tahun 2016 yang lalu dihadiri Bapak Presiden RI Joko Widodo. Acara kali ini dihadiri oleh 2 Menteri RI yakni  Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Karnaval Pesona Danau Toba tahun 2017 dilepas dari depan SMA N 1 Balige [Minggu 10/9] oleh Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Sumut Dr Erry Nuradi, Kapolda Sumut dan para bupati sekawasan Danau Toba.  Karnaval finish di Pasar Balige.




Luhut pada kesempatan itu mengatakan bahwa kegiatan ini sangat baik dan merupakan salah satu program pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan dan mengembangkan budaya daerah khususnya dan untuk Indonesia pada umumnya.

“Presiden sendiri meminta supaya kegiatan-kegiatan seperti ini dilakukan di berbagai tempat untuk menarik turis dan mengembagkan budaya kita. Tujuannya untuk mengembangkan budaya kita. Jangan budaya kita hilang karena modereniasi,” ujar Luhut.

Pemerintah sendiri lanjutnya terus berkomitmen untuk meneruskan ini. Ini bisa kita lihat dari keinginan pemerintah menjadikan Bandara Silangit sebagai bandara Internasional.

“Tanggal  8 September 2017 yang lalu Bandara Silangit secara administratif relah resmi menjadi bandara Silangit Internasional. Yag pertama mendarat, saya coba dari Singapura, habya 52 menit. Dan akan diresmikan oleh Presiden direncanakan pada bulan Oktober 2017,” katanya.

Oleh karenanya untuk mendukung dan mempersiapkannya semua pihak khususnya masyarakat dan pemerintah daerah sekawasan Danau Toba harus kompak.

“Tunjukan keramahan. Walaupun selama ini kita orang Batak identik seram dan kasar namun tunjukkan keramahan. Agar wisatawan merasa nyaman. Seluruh pihak harus peran,” ucap Luhut.

Selain itu Luhut juga berpesan untuk menjaga kebersihan. Terutama untuk sampah-sampah plastik. Jangan sampai dibuang di sungai dan danau. Karena sangat berbahaya. Terutama untuk generasi masa depan.

“Mari sama-sama kita berantas orang-orang yang merusak kebersihan dan lingkunangan kita,” tutup Luhut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pada kesempatan itu mengatakan Danau Toba ingin menjadi destinasi wisata kelas dunia rumusnya 3 A. Atraksinya harus kelas dunia termasuk karnaval yang dilakukan hari ini.

“Mari kita sama-sama mengemas event ini agar menjadi kelas dunia,” ujarnya.

Selanjutnya aksesibilitasnya harus kelas dunia.

“Kalau Danau Toba ingin menjadi deatinasi kelas dunia. Harus memiliki Bandara Internasional, dan ini akan terwujud yaitu Bandara Silangit,” katanya.

Selain itu amenitas. Amenitasnya harua kelas dunia. Dan untuk Tobasa sendiri sudah ada kurang lebih 600 hektar. Untuk itu khusus para bupati kawasan Danau Toba agar kompak Danau Toba menjadi destinasi kelas dunia.

“Ini pasti akan terwujud. Kalau semua kompak,” imbuhnya.

Gubsu Dr Ir H T Erry Nuradi Msi kegiatan  karnaval pesona Danau Toba 2017 ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya yang ada khususnya kesenian daerah kabupaten Toba Samosir.




Selain itu lanjutnya merupakan cemeti dan semangat bagi seniman yang lain untuk berkarya lebih baik lagi dalam meningkatkan dan mengapresiasi terhadap seni budaya kabupaten Samosir dalam upaya melestarikan seni budaya daerah yang ada di kabupaten Samosir selain karnaval pesona Danau Toba 2017.

Erry pada kesempatan itu mengharapkan kegiatan-kegiatan seperti karnaval ini bukan hanya di Kabupaten Toba Samosir. Akan lebih banyak kegiatan lainnya yang menunjukkan khas daerahnya khususnya daerah kabupaten sekitar kawasan danau Toba.

“Kita harapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat dilaksanakan sehingga dapat menjadi anggota pariwisata tahunan di Sumatera Utara,” kata Erry.

Dikatakan Erry digelarnya karnaval ini juga merupakan bukti harmonisasi yang ada di Sumatera Utara bukan bersifat semu atau insklusivisme. Melainkan harmonisasi yang dinamis dan siap berinteraksi positif dengan siapapun. Sehingga wisatawan khususnya mancanegara akan kagum dengan gambaran harmonisasi dan warna warni budaya yang ada.

“Semakin terpikatlah mereka untuk datang ke Sumatera Utara,” sebut Erry.










Leave a Reply