Jika Kasus Saracen tidak diusut tuntas, mau jadi apa negeri kami? Ya, Allah, ya Tuhan. Kami, kami hanyalah rakyat biasa. Rakyat yang ingin negeri ini menjadi negeri yang besar. Negeri yang dicita-citakan nenek moyang kami, negeri yang diperjuangkan oleh semua elemen bangsa saat itu dengan tidak mengenal Suku, Agama dan Ras. Pahlawan-pahlawan kami telah berkorban nyawa, darah dan air mata demi tegaknya negeri ini yang namanya Indonesia.

Namun, ketika ada anak bangsa yang bernama Ahok yang, di mata kami, sudah mengabdi pada sesama, pada bangsa dan Negara. Tatkala maju sebagai Calon Gubernur, telah membuat kami terhenyak, membuat kami luar biasa terkejut ketika ujaran kebencian dan isu SARA begitu masif, begitu brutal. Begitu kejam dengan mendiskreditkan minoritas.




Memilih pemimpin yang seyogyanya mengedepan Visi dan Misi, yang mustinya berbicara prestasi, yang mustinya menilai dari sudut track record. Namun, saat itu, nyaris diabaikan. Saudara Ahok harus mengalami kekalahan pahit karena diserang dan dijegal yang menurut hemat kami karena ujaran kebencian. Isu SARA.

Ya Allah Ya Tuhan YME…
Ketika belum lama ini Kepolisian berhasil membongkar komplotan SARACEN, dugaan Kami selama ini ternyata betul adanya. Kami lega. Kami bersyukur bahwa itu adalah bukti ada sekumpulan manusia biadab dengan topeng agama telah menodai nilai-nilai demokrasi. Menjadi catatan kelam dan hitam bagi negeri ini.

Apalagi ketika seorang ibu, seorang emak-emak yang belum lama ini ditangkap polisi. Lalu, beredar foto-foto beliau bersama Pak Prabowo, Pak Anis – Sandi, beserta tokoh-tokoh yang selama ini berseberangan dan menjadi lawan Ahok dalam Pilkada DKI. Dugaan kami semakin nyata bahwa ada sebuah organisasi yang sengaja ingin merusak tatanan negeri ini dengan cara keji, kejam dan sadis dengan dalih Agama.

Itulah Ya Allah Ya Tuhan YME..
Semoga Bpk Tito Karnavian, yang mengemban Amanat Rakyat demi terciptanya penegakan hukum di negeri ini, semoga engkau selalu beri hidayah dan kesehatan agar tetep konsisten membuka, menelisik dan membongkar habis siapa saja di balik huru hara kasus SARACEN di negeri yang kami cintai ini.

Tentu, kami sebagai rakyat, perlu dan harus diberi tahu informasi ini. Karena, jika kasus SARACEN ditangani setengah-setengah, tidak tuntas, rasanya ke depan negeri ini entah jadi apa. Rasanya nilai-nilai rasionalitas akan menjadi onggokan sampah. Orang-rang baik dan berprestasi akan difitnah. Akan disingkirkan dengan hate speech. Ujaran kebencian akan merusak nilai-nilai humanisme. Dan, tentu saja yang dipertaruhkan adalah Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ika.

Ya Allah ya Tuhan YME ….
Ini keluh kesah kami. Karena kami sebagai rakyat sangat mencintai negeri ini dengan Pancasilanya, dengan Kebhinnekaannya, dengan kewarasannya.

Terimakasih Ya Allah Ya Tuhan YME ….








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.