Kejujuran memang barang langka dan sudah sulit untuk didefinisikan. Apalagi untuk orang-orang politik. Untuk manusia yang lagi kesandung masalah. Sekalipun itu orang-orang yang selalu fasih berbahasa Arab. Lha, wong terbukti ada oknum partai berbasis agama, saat melakukan aksinya saat korupsi memakai simbol-simbol bahasa Arab.

Mengamati detail foto-foto Asma Dewi bersama beberapa tokoh yang tersebar, lalu para tokoh tersebut semuanya tiba tiba amnesia. Tiba-tiba teriak: “Tidak kenaaaaaaaaaallll !!!!!” Apakah lalu kita percaya? Mari kita ulas.




Foto di Ruang Privat

Jelas, foto di ruang privat, entah itu di Kantor atau di rumah, paling tidak sudah dikondisikan. Sudah disetting dan dibuat daftar nama, dll. Asma Dewi begitu jelas berfoto bersama para tokoh di ruang ruang privat.

Ekspresi/ Gestur Asma Dewi dengan Para Tokoh

Sehebat apapun manusia bersandiwara, namun ketika pada momen-momen penting, apalagi foto yang beredar rata-rata momen menjelang Pilkada, tentu butuh tangan-tangan yang bisa dipercaya agar action itu bisa terwujud. Sosok seorang Asma Dewi yang lumayan intelektual, sejajar dan setara dalam balutan kostum, bisa diasumsikan bahwa Asma Dewi bukan orang biasa. Bukan emak-emak biasa yang hanya sekedar simpatisan. Bukan hanya sekedar pemandu sorak.

Ada Interaksi 2 Arah

Foto memang tidak bisa bicara. Namun, gambar bisa bercerita. Ekspresi wajah dari para tokoh sepertinya ada komunikasi. Ada interaksi. Contohnya ketika Asma Dewi seperti menjelaskan pada mereka dengan bahasa tubuh yang lagi atraktif.

Jelas, Asma Dewi sepertinya harus menyesali hidupnya. Mustinya harus meraung-raung dalam tangisan sedih dan pilu. Ternyata orang-orang yang diperjuangkan dengan resiko harus mendekam di penjara adalah manusia yang tidak berhati, yang rela mengorbankan siapapun bahkan agama demi syahwat kekuasaan.

Jika mereka seperti paduan suara dan serempak bilang “aku ora kenaaaaal” apakah begitu mudah anda percaya?

Aku oraaaaaa ……








Leave a Reply