IMANUEL SITEPU. DELITUA. Akibat motornya (Yamaha Vixion warna merah BK 2752 AEJ) laga kambing (ersepah), Ruslan (45) warga Lingkungan VI Gg. Bunga, Kelurahan Delitua Barat (Kecamatan Delitua)  tewas di tempat. Demikian pula dengan Jefri alias Iring alias Piduk (22) pengendara Minerva warna kuning, BK 4169 ACS, warga Dusun 1 Desa Namo Pinang (Kecamatan Namorambe). Ia juga akhirnya tewas setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Data dikumpulkan wartawan menyebutkan, kecelakaan lalulintas tersebut terjadi di Jalan Besar Delitua Namorambe, persisnya di Jembatan Sungai Deli [Kamis 14/9: sekira 16.30 wib].




Saat sebelum kejadian, korban Jefri pengendara Minerva diketahui datang dari arah Namorambe hendak menuju Delitua. Sesampainya di jembatan Desa Kuta Tualah (Kecamatan Namorambe), Jefri hendak menyelip mobil pick up warna hitam dengan melaju sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, begitu Jefri berhasil menyalip mobil pick up tersebut, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul Yamaha Vixion dikemudikan Ruslan, yang hendak pergi ke arah Namorambe.

Brakk… Tabrakan pun tak terhindarkan. Seketika, Jefri dan Ruslan terpental dari atas motornya masing masing. Keduanya mengalami pendarahan pada bagian kepala dan sekujur tubuh. Ruslan akhirnya tewas di tempat. Sementara warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung membawa Jefri ke RSU Sembiring Delitua.

Akan tetapi, Jefri juga akhirnya tewas [Jumat 15/9: sekira jam 12.00 wib].

“Walau melihat kedua kereta itu tabrakan, tapi mobil pik up itu langsung pergi, bukanya langsung menolong. Waktu kami lihat, Ruslan tewas di tempat karena dari kuping, hidung dan mulutnya mengeluarkan darah segar,” beber S. Sitepu (44) warga sekitar TKP.

Melihat Jefri masih bernafas walau sudah sekarat, warga sekitar yang sudah mengerumuni lokasi selanjutnya membawanya ke RSU Sembiring Delitua.




“Jefri mengalami pendarahan di kepala. Tangannya juga patah. Pokoknya ngerilah melihatnya. Kereta milik kedua korban juga hancur bagian depannya. Malahan, kereta Yamaha Vixion lepas sok dan ban depanya,” urai warga lainya.

Sementara dari hasil pantauan SORA SIRULO di rumah duka di Desa Namo Pinang (Kecamatan Namorambe), Likas Beru Ginting (45) ibu korban tak henti-hentinya menangis meratapi jenazah Jefri, anak sintua dari 4 bersaudara yang, kini, tubuhnya terbujur kaku di dalam peti Jenazah.

“Korban adalah tulang punggung keluarga selama ini, sejak beberapa tahun yang lalu bapaknya meninggal. Pekerjaan sehari-hari korban mengantarkan tuak ke Medan,” ungkap beberapa keluarga dekat korban.

Sementara rumah duka yang terbuat dari anyaman bambu terlihat telah mulai dipenuhi keluarga dekat.

“Besok kita bawa ke jambur, mengingat korban merupakan keluarga besar,” ujar salah satu sanak keluarga.













Leave a Reply