Sebuah partai politik dari Indonesia mengumpulkan donasi buat penduduk Rohingya. Mereka terbang ke sana untuk memberikan sendiri bantuannya. Maklum parpol itu oposisi pemerintah.

Di sana mereka mengumpulkan penduduk untuk diberikan santunan secara simbolis. Sebuah ruangan di salah satu sekolah digunakan untuk acara tersebut.

Penduduk datang memenuhi aula sekolah. Tapi anehnya semua yang datang membawa ember berisi air.

Petugas partai dari Indonesia tentu saja bingung.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu. Kami dari Indonesia. Ingin memberi bantuan makanan. Kami senang bapak-ibu datang ke aula sekolah ini untuk menerima bantuan kami. Mungkin nanti embernya bisa digunakan untuk membawa bahan makanan bantuan kami. Tapi kenapa embernya berisi air?” tanya utusan partai itu keheranan.

“Maaf pak. Kami dengar di Indonesia kader partai bapak suka membakar sekolahan. Jadi kami siap-siap untuk memadamkan.”








1 COMMENT

  1. “Maaf pak. Kami dengar di Indonesia kader partai bapak suka membakar sekolahan. Jadi kami siap-siap untuk memadamkan.”

    Wow, hebat orang Rohingya menjaga sekolahnya jangan sampai dibakar pula oleh tamu petugas partai yang suka bakar sekolah.
    Kalau orang Rohingya bisa mengerti ada petugas partai di Indonesia yang suka bakar gedung sekolah, tentu orang Indonesia pasti lebih tahu juga soal partai ini. Ya logikanya memang gitulah.

    MUG

Leave a Reply