B. KURNIA P.P. KABANJAHE. Dari informasi yang disampaikan oleh pengemudi dan saksi-saksi yang  sudah diminta keterangan oleh Polisi, diketahui kecelakaan yang dialami oleh truck pengangkut pelajar Kaki Gunung Sinabung itu [Senin 18/9[ terjadi pada Pukul 12.30 Wib.

Saat itu, truck pengangkut pelajar itu menghindari tabrakan dengan mobil pribadi di sebuah tikungan. Truck angkutan pelajar berusaha menghindari tabrakan dengan “membanting” kemudi ke kiri. Karena sedang dalam kecepatan tinggi, tindakannya itu mengakibatkan mobil  yang dikemudikannya oleng dan kemudian terguling.

Kecelakaan itu menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia. 38 penumpang lainnya saat ini sedang dirawat di rumah sakit. 3 diantaranya dirujuk ke rumah sakit Bina Kasih (Medan) dan 4 orang anak sudah diperbolehkan pulang. Total korban yang dirawat 42 orang termasuk petugas BPBD Kabupaten Karo.




Hasil rapat terbatas dengan pihak berwajib, Pemkab Karo cq BPBD tidak lagi menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut anak sekolah. Ini berlaku baik untuk yang masih di Posko Pengungsi maupun anak sekolah lainnya. Selama ini mobil bak terbuka yang Kita gunakan sebagai angkutan ada sebanyak 2 unit. Satu diantaranya adalah truck yang mengalami kecelakaan dan satu lainnya jenis Hilux.

Kemarin, sesuai instruksi Bupati, mobil truck serbaguna  BNPB juga segera ditukar dengan mobil yang lebih layak. Kemarin, BPBD sudah mengganti mobil truck terbuka dengan mobil yang ada pada Dinas Perhubungan dan Bagian Umum.

Pantauan wartawan di lokasi kecelakaan, di saat terjadi Lakalantas tunggal mobil angkutan truk BPBD Karo yang dikemudikan Bram Brahmana warga Kabanjahe akhirnya dibakar massa. Mereka kemudian membuang mobil itu ke jurang sebagai ungkapan rasa kesal atas musibah tersebut.











Leave a Reply