Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Difitnah Jenderal Berbuah Manis, Menlu Retno Dapat Penghargaan PBB

0
864

Terobosan Jokowi mengirim Menlu Retno Marsudi ke Myanmar beberapa waktu lalu, kini berbuah manis. Myanmar mulai membuka pintu akses bantuan kemanusiaan dari Indonesia. Bantuan-bantuan dari Indonesia sudah tiba di Yangon dan siap didistribusikan kepada pengungsi Rohingya. Sikap keras Aung San Suu Kyi sudah mulai melunak dan menyatakan kesedihannya atas apa yang menimpa kaum Rohingya.

Sebelumnya, Myanmar telah menutup akses PBB untuk menyalurkan bantuan kemanusian termasuk menolak pembicaraan apapun dari negara lain terkait Rohingya. Namun, ketika Jokowi mengirim Menlu Retno ke Myanmar, pihak otoritas Myanmar menerima Indonesia dengan tangan terbuka.




Mengapa? Karena Myanmar melihat ketulusan Indonesia.

Formula 4+1 yang ditawarkan Indonesia mendapatkan apresiasi yang tinggi dari negara-negara lain termasuk PBB. Lewat Menlu Retno, Jokowi mendorong Myanmar segera melakukan pemulihan perdamaian dan stabilitas, menahan diri untuk tidak menggunakan kekerasan, memberi perlindungan kepada semua tanpa memandang agama dan suku serta membuak akses bantuan kemanusian serta mendorong rekomendasi yang diusulkan oleh Kofi Annan report.

Selain buah manis atas sikap lunak Myanmar di atas, buah manis lainnya diperoleh Indonesia lewat Menlu Retno. Atas terobosan Indonesia dalam menangani isu-isu global termasuk isu Rohingya, Menlu Retno mendapat penghargaan dari UN Women dan Global Partnership Forum (GPF) sebagai agen of change. UN Women dan GPF menyatakan bahwa Retno Marsudi adalah Menlu pertama RI, dianggap sebagai sosok panutan dan sumber inspirasi bagi jutaan wanita; baik di Indonesia maupun di dunia.




Buah manis yang diperoleh Jokowi lewat Menlu Rento, sebagian berkat kontribusi fitnah yang ditujukan kepadanya. Seorang Jenderal tempo hari menyatakan di depan umum bahwa bantuan Jokowi kepada pengungsi Rohingya adalah pencitraan. Lalu apa respon Jokowi? Jokowi semakin difitnah, semakin ngotot melakukan apa yang benar di matanya dan di mata dunia.

Jokowi malah terus mengirim bantuan kepada Rohingya dan melakukan berbagai cara untuk melunakkan hati pihak otoritas Myanmar. Hasilnya? Ada harapan ke depan nasib rumit Rohingya bisa pelan-pelan diurai. Tentu saja atas usaha keras Jokowi tersebut, negara lain terutama PBB yang melihat ketulusan Indonesia, mendapat apresiasi tinggi.

Lalu, bagaimana respon lawan Jokowi di dalam negerinya? Hanya fitnah dan koar-koar demo. Jokowi malah disebut sedang melakukan pencitraan. Eh…. di dunia internasional apa yang dilakukan pemerintah itu sangat diapresiasi dan mendapat award. Kalau begitu teruskan fitnah, Jenderal!

Salam Towi-Towi.








Leave a Reply