Gelagat Jakarta kembali ke dunia aslinya kini tinggal menunggu waktu. Dulu Ahok dengan tegas menggusur mereka yang mencaplok tanah negara, berdagang di bahu jalan, menghuni bantaran sungai. Menjelang Anies Baswedan dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, aroma siap keroyok lahan-lahan yang dulu diduduki, kini kembali siap diterkam.

Tanda-tanda kembalinya mereka yang dulu digusur bisa dilihat di beberapa tempat. Gerobak-gerobak sudah disiapkan, tempat-tempat stragis secara senyap sudah dikavling-kavling. Ketika Anies dilantik menjadi Gubernur pada bulan Oktober nantinya, maka masyarakat menyambutnya dengan kembali ke habitat lama, menduduki trotoar, bantaran sungai, lahan negara untuk berdagang dan bermukim.




Motto Anies Nol Penggusuran, membuat masyarakat akan bersorak-sorai. Menarik melihat strategi Anies membenahi Jakarta tanpa penggusuran. Mungkin tugasnya akan hilir mudik, ke kiri – ke kanan, samping, belakang untuk mengedukasi, membimbing, berkomunikasi senyum serta membujuk masyarakat agar tidak berdagang di Trotoar di Tanah Abang.

Hari ini kita dengar perintah, setiran, petuah berbungkus pesan kepada Anies Baswedan dari Fadli Zon, Sang Wakil Ketua Umum Gerinda sekaligus Wakil Ketua DPR Plus Wakil senyap Anies. Fadli meminta kepada Anies agar menghentikan rencana Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat untuk menggusur sejumlah lokasi di Jakarta.

“Kita berharap pesannya kepada gubernur sekarang, karena kami masih menerima laporan termasuk rencana penggusuran di beberapa tempat mungkin menurut saya dihentikan saja,” kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta [Jumat 22/9] seperti dilansir Merdeka.com.

“Biarlah nanti gubernur baru toh ini tinggal menghitung hari. Biarlah gubernur baru nanti yang mengatur bagaimana penataannya dan sebagainya,” tegas Fadli Zon.

Menghentikan penggusuran? Alis mata saya naik turun sementara mata saya berkunang-kunang. Karena sudah jelas tidak akan ada lagi tempat yang digusur ke depan. Artinya program penggusuran Ahok-Djarot tidak akan dilanjutkan oleh Anies. Kalau hanya stop penggusuran, mungkin masih bisa dipahami. Hal yang sulit dibayangkan adalah arus balik para pedang liar, penghuni liar, parkir liar akan klop dengan program OK OC, akan kembali membuat Jakarta menjadi kota liar. Lalu bagaimana menghentikan mereka?

Arah permintaan Fadli Zon untuk menghentikan penggusuran, sudah bisa ditebak. Menjelang Pilpres 2019 mendatang, Gerinda akan berkampanye nol penggusuran. Dengan demikian nama Gerinda akan terus membumbung tinggi sebagai partai pro wong cilik di Jakarta menggantikan partai wong cilik yang lain, yang sedang asyik mempreteli KPK. Dengan demikian si Jenderal semakin berkibar.

Jadi bersiaplah menyambut perubahan di Jakarta. Jakarta pasti berubah, begitu ucapan Anies saat kampanye. Ya berubah menjadi kota… hehe (mohon diisi).

Salam Towi-Towi.








Leave a Reply