NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Setiap Akhir Pekan akan diadakan pagelaran seni/ budaya di Relokasi Pengungsi Sinabung, Siosar (Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo) yang perdananya telah dimulai kemarin siang [Minggu 24/9].

Konsep dasarnya adalah sebagai berikut.

Pagelaran seni/ budaya ini dilakukan setiap akhir pekan sebanyak 3 kali, bertempat di Jambur Relokasi Siosar. Isi dari pagelaran adalah merupakan kolaborasi seni musik, tari, vokal dan teater Karo. Selain itu, diadakan juga lomba-lomba hidangan makanan tradisional. Pesertanya adalah warga korban terdampak erupsi Gunung Sinabung, tapi disediakan tempat bagi pengunjung dari luar.




Menurut Kepala BPBD Kabupaten Karo (Ir. Martin Sitepu) kegiatan ini sasarannya adalah ke dalam (untuk para pengungsi Sinabung) dan ke luar (wisatawan). Ke dalam adalah sebagai pemulihan sosial psikologis karena kegiatan ini dapat  memberi kesempatan kepada warga setempat untuk mengekspresikan diri beserta perasaan dan emosi yang dipendamnya melalui pementasan seni/ budaya. Ini sekaligus dapat menjadi sarana komunikasi tersendiri akibat bencana.

 

 

 

 

 

“Pagelaran seni/ budaya ini adalah untuk menghilangkan atau mengurangi dampak trauma para korban erupsi Sinabung serta memulihkan dan meningkatkan kembali kondisi sosial mereka,” tutur Sitepu.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Martin Sitepu, kegiatan yang direncanakan terus berkelanjutan ini diharapkan melestarikan kearifan lokal dan sekaligus menjadi daya tarik wisata lokal maupun wisata nasional dan mancanegara.




Kegiatan perdana kemarin dihadiri oleh Kepala BPBD Kabupaten Karo (Ir. Mrtin sitepu), Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Dr. Ir. Agus wibowo MSc), Sekretaris BPBD Provinsi Sumatera Utara (dr. Sabrina MARS), para perangkat kecamatan dan kepala desa serta warga Desa-desa Bekerah, Simacem dan Sukameriah yang selama ini telah direlokasi ke Siosar.












1 COMMENT

  1. Kegiatan yang sangat bagus, bisa dikembangkan juga untuk menarik turis dalam negeri maupun manca negara. Temasuk didalnya kuliner biasa tradisional dan yang ‘aneh’ seperti kidu-kidu Makanan tradisional juga bisa ditingkatkan sehingga ‘lezat’ bagi semua turis. Ditambah dengan bus keliling sekitar danau Toba yang indah itu. Dan mengapa tidak ‘mendekati’ Sinabung juga yang masih terus aktif. Siapkan tempat pemandangan yang relatif aman. Turis berduyun ke Tangkubanperahu, hanya memandang bekas letusan. Sinabung masih giat mamancing banyak turis.
    MUG

Leave a Reply