ADINDA DINDA, MEDAN. Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Medan dan instansi terkait, berkomitmen untuk melakukan pemberantasan penyalahgunaan obat dan peredaran obat-obat illegal termasuk pemberantasan peredaran makanan yang mengadung bahan berbahaya.

Hal itu diungkapkan Wagubsu (Dr Nurhajizah Marpaung) saat menerima audiensi Kepala Balai Besar POM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan, Ramses Dolok Saribu, Koordinator tim I Pemeriksaan (Sahat Marpaung) [Selasa 3/10].




Dikatakan oleh Nurhajizah, peredaran obat-obat terlarang sangat berbahaya sama halnya seperti peredaran narkoba. Oleh karena itu, semua pihak terkait diharapkan dapat mengantisipasi hal ini. Apalagi sudah banyak kasus-kasus peredaran obat illegal yang memakan korban seperti halnya obat PCC dan lainnya.

“Ini sangat membahayakan sekali bagi masyarakat, makanya kita harus mendukung kebijakan bapak Jokowi untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan obat dan peredaran obat-obat illegal,” terang Nurhajizah.

Lebih lanjut dikatakan Nurhajizah, tidak hanya persoalan peredaran obat terlarang, namun peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya juga harus diberantas. Apalagi, sebentar lagi bandara Silangit menjadi bandara Internasional yang akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 28 Oktober mendatang, itu artinya turis dari mancanegara akan berkunjung ke kawasan Danau Toba, tentunya isu makanan yang mengadung bahan berbahaya sangat riskan bagi turis asing.

”Makanya permasalahan ini harus segera kita antisipasi, saya akan mencoba nanti melakukan apel siaga bersama bapak Kapoldasu di kawasan Simalungun – Siantar, sehingga masalah peredaran makanan berbahaya di kawasan Danau Toba, seperti peredaran mie berformalin itu bisa segera diamankan. Jangan sampai turis sudah datang dan mereka menemukan makanan yang mengadung zat berbahaya,” papar Nurhajizah.

Kepala Balai Besar POM Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengatakan, kehadiran mereka beraudiensi meminta waktu Wagubsu untuk hadir dalam acara Pencegahan Penyalahgunaan Obat dan Peredaran Obat-obat illegal yang digelar secara serentak di seluruh provinsi di Indonesia. Untuk di Medan, kegiatan ini akan digelar di kantor Balai Besar POM Medan [Rabu 4/10].

“Pencanangan-pencegahan ini kita lakukan besok secara serentak di seluruh provinsi di Indonesia, namun di tingkat pusat, pencanangan ini digelar hari ini di Jakarta oleh bapak Presiden Jokowi,” ujar Yulius.

Dikatakan Yulius, pencanangan ini dilakukan sebagai upaya untuk menggali komitmen bersama diantara Balai Besar POM dan instansi terkait dalam mengatasi persoalan kesehatan masyarakat.

“Di sini kita berusaha untuk menggugah instansi terkait, mulai dari Gubernur, Walikota dan Bupati, Dinas Kesehatan, Poldasu, YLKI dan instansi lainnya agar dapat bersama-sama melakukan pemberantasan obat dan peredaran obat tanpa izin edar. Sebab, saat ini banyak sekali obat-obat yang dipalsukan dan obat yang diedarkan tanpa izin,” papar Yulius.

Dalam kesempatan itu, Yulius juga mengapresiasi langkah Pemprovsu untuk mendorong percepatan pemberantasan makanan yang mengandung bahan berbahaya di kawasan Danau Toba. Sebab, menurut Yulius persoalan makanan ini sangat penting bagi wisatawan asing.




“Isu makanan ini sangat sensitif sekali sama turis asing. Jika ada isu makanan berbahaya begini bisa 50 persen travel agent langsung membatalkan perjalanannya. Makanya, sebelum dilakukan penerbangan internasional ke Silangit, memang harus diamankan dulu persoalan makanan yang mengadung bahan berbahaya,” kata Yulius.

Sebelumnya, Yulius mengatakan pihaknya juga sudah berupaya untuk mengamankan peredaran makanan mengandung bahan berbahaya di kawasan Danau Toba.

“Kita sudah mengamankan produk bahkan alatnya, namun tetap saja masih ada peredaran makanan berbahaya itu, makanya ini kita harapkan dapat segera kita amankan sebelum turis-turis asing masuk melalui bandara Silangit,” jelas Yulius.














Leave a Reply