Kabag Humas dan Protokol buka Citizen Journalism Intensif Class

1
91

B. KURNIA PP. BERASTAGI. Kabag Humas dan Protokol (Drs. Djoko Sujarwanto) membuka secara resmi acara Citizen Journalism Intensif Class di Bukit Kubu Hotel, Berastagi [Kamis 5/10]. Acara yang diselenggarakan oleh Karodaily.com ini dilaksanakan selama 2 hari (Kamis 5- Jumat 6/10] dengan tujuan membangun kemampuan jurnalistik bagi warga biasa agar mempunyai peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita serta informasi yang dimiliki.




Kabag Humas dan Protokol Drs. Djoko Sujarwanto dalam sambutannya menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah melaksanakan kegiatan tersebut dan kiranya melalui kegiatan ini diharapkan kepada seluruh peserta dapat menimba ilmu pengetahuan dan menambah wawasan dalam bidang jurnalis.

Kabag Humas dan protokol juga menambahkan dengan dukungan kemajuan teknologi, media informasi telah membentuk ruang publik yang sangat luas dimasyarakat, Partisipasi warga menjadi terbuka lebar dengan kondisi ini, namun dalam perkembangannya masih banyak yang menyalahkan bahkan memplesetkan informasi-informasi yang tidak benar atau biasa disebut hoax.

“Untuk itu, mari sama-sama kita saling memfilter informasi-informasi di media sosial yang sifatnya meresahkan bahkan bisa juga berujung pada adu domba dan memecah belah keutuhan persatuan masyarakat kita di Kabupaten Karo ini,” ungkap Kabag Humas dan Protokol.

Kegiatan ini juga diisi dengan paparan materi yang berkaitan dengan lingkungan hidup, pariwisata, serta pertanian dengan narasumber Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Karo Ir. Timotius Ginting, Kabid Kelembagaan Dinas Pariwisata Kab. Karo Verawenta Surbakti, serta Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Karo Munarta Ginting.








1 COMMENT

  1. Bikin acara Citizen Journalism, dalam kegiatan Kabag Humas dan Protokol Citizen Jurnalism di Karo, adalah kegiatan terpuji dalam tema atau ide atau trobosan aktual yang sangat bermanfaat banyak jika disebar luaskan dikalangan publik yang luas dan disini khusus di Tanah Karo. Pertama tentu penting dalam menyanggah dan membelejeti berita-berita palsu (hoax, fake news) yang belakangan banyak terjadi. Semakin banyak publik yang aktif menyangkal dan membelejeti berita palsu ini, semakin tidak mampu pemerakarsa fake news meneruskan akfitas perpecahannya.

    Di Indonesia contohnya Saracen, yang sudah babak belur disikat oleh polri dan dibelejeti publik yang luas. Penyebaran kegiatan citizen jurnalism berarti menyebarluaskan kegiatan mencegah dan melawan fake news atau hoax yang sekarang sedang giat-giatnya terjadi seluruh dunia, terutama di AS dan Indonesia. Mengapa AS dan Indonesia ialah karena kedua negeri ini dipimpin oleh seorang presiden nasionalis yang dengan gigih mempertahankan kepentingan nasionalnya masing-masing. Perjuangan nasionalis adalah musuh bebuyutan deep state neolib internasional diseluruh dunia.

    Maksud hoax dan fake news ini jelas, yang utama ialah MEMECAH BELAH rakyat Indonesia, meruntuhkan kesatuan dan keutuhan NKRI. Target dekatnya ialah menjatuhkan petahana Jokowi dalam pilpres yang akan datang, karena Jokowi dianggap seorang nasionalis tulen Indonesia yang dimata Greed and Power adalah musuh utama cita-cita neolib internasional menuju World Hegemony. Karena itu juga fake news atau hoax ini bersifat internasional, di AS presiden Trump sebut media penyiar fake news ini (MSM, main stream media) adalah ‘the enemy of American people’. Di Indonesia tentu juga fake news model Saracen itu adalah juga the enemy of Indonesian people. Kalau ada fake news di Tanah Karo, maksud utamanya juga sama, pecah belah dimulai di daerah. Karena itu kegiatan citizen jurnalism di Karo akan merupakan contoh dan teladan penting bagi daerah-daerah Indonesia untuk mencegah dan antisipasi usaha pecah belah dari daerah, atau ‘dari pinggir-pinggir’ pakai istilah presiden Jokowi.

    Bikin acara Citizen Journalism, adalah tema atau ide atau trobosan aktual yang sangat bermanfaat jika terus diaktifkan dan disebar luaskan dikalangan publik di Tanah Karo. Pertama tentu sangat penting dalam mengkritisi, menyanggah dan membelejeti berita-berita palsu (hoax, fake news) yang belakangan banyak terjadi. Semakin banyak publik yang aktif menyangkal dan membelejeti berita palsu ini, semakin tidak mampu pemerakarsa fake news meneruskan akfitasnya yang memecah belah itu. Di Indonesia contohnya Saracen, yang sudah babak belur itu. Penyebaran kegiatan citizen jurnalism berarti menyebarluaskan kegiatan mencegah dan melawan fake news atau hoax yang sekarang sedang giat-giatnya terjadi seluruh dunia, terutama di AS dan Indonesia.

    Maksud hoax dan fake news ini jelas, yang utama ialah MEMECAH BELAH rakyat Indonesia, meruntuhkan kesatuan dan keutuhan NKRI. Target dekatnya ialah menjatuhkan petahana Jokowi dalam pilpres yang akan datang, karena Jokowi dianggap seorang nasionalis tulen Indonesia yang dimata Greed and Power adalah musuh utama penghalang cita-cita neolib internasional menuju World Hegemony, dan penghalang menguasai kembali SDA Indonesia yang dianggap masih kaya itu. Karena itu juga fake news atau hoax ini bersifat internasional, di AS presiden Trump sebut media penyiar fake news ini (MSM, main stream medai) adalah musuh rakyat Amerika, atau ‘the enemy of American people’ katanya berulang-ulang. Di Indonesia tentu juga fake news model Saracen itu adalah juga the enemy of Indonesian people.

    Kalau ada fake news di Tanah Karo, maksud utamanya juga sama, disini pecah belah dimulai di daerah. Karena itu kegiatan citizen jurnalism di Karo akan merupakan contoh dan teladan penting pertama bagi daerah-daerah Indonesia untuk mencegah dan antisipasi usaha pecah belah dari daerah, atau dari pinggir-pinggir pakai istilah presiden Jokowi, dengan mengaktifkan dan menghidupkan CITIZEN JURNALISM, sangat keren.

    “Untuk itu, mari sama-sama kita saling memfilter informasi-informasi di media sosial yang sifatnya meresahkan bahkan bisa juga berujung pada adu domba dan memecah belah keutuhan persatuan masyarakat kita di Kabupaten Karo ini,” ungkap Kabag Humas dan Protokol citizen jurnalism Karo.

    Perlu sekali memang memfilter infromasi palsu yang meresahkan masyarakat, dan lebih dari situ perlunya penggiat citizen jurnalism pandai membongkar dan menelanjangi maksud-maksud tersembunyi dari fake news itu. Semakin banyak publik yang ikut ambil bagian ngomong soal kebusukan fake news, itulah kunci dikalahkannya penggiat fake news disetiap daerah, seperti di Karo ini. Kalau Saracen bikin 800.000 akun penyiar fake news, publik Karo dan Sumut umumnya, kalau bersama-sama bikin penelanjangan dalam jumlah akun yang lebih besar dari 800 ribu, tentu kebohongan itu bisa dikalahkan bahkan ada pengaruh besar yang sangat positif ke seluruh Indonesia.

    Fake news hoax Saracen dll ada kaitan yang erat secara internasional dengan fake news dari MSM (Main Stream Media) di AS. MSM fake news di AS yang telah resmi sebagai ‘The enemy of American people’, telah dimanfaatkan dan akan terus dimanfaatkan dalam rangka perlawanan deep state menjatuhkan nasionalist Trump sebagai presiden dan juga sudah dikaitkan dalam rangka pilpres berikutnya supaya tidak dimenangkan lagi oleh Trump . Berkaitan dengan partisiasi publik dunia ini untuk menandingi dan melawan fake news, Edward Snowden dari tempat pengasingannya baru-baru ini bilang:

    “The problem of fake news isn’t solved by hoping for a referee, but rather because we as citizens, we as users of these services, help each other. We talk and we share and we point out what is fake. We point out what is true. The answer to bad speech is not censorship, the answer to bad speech is more speech. We have to exercise and spread the idea that critical thinking matters, now more than ever, given the fact that lies seem to be getting more popular.”

    Jadi bagi penggiat citizen jurnalism (seluruh publik aktif) kuncinya ialah berpikir kritis, aktif menelanjangi dan membongkar borok penggiat fake news atau hoax dengan nulis dan ngomong sebanyak mungkin untuk membelejetinya.

    MUG

Leave a Reply