Kolom Ganggas Yusmoro: KONTROVERSI POLIGAMI DI MATA WANITA

0
332

Hiruk pikuk terjadi ketika Ustadz kondang secara masif mengupload foto bersama para istrinya. Bahkan ada video yang diunggah seakan-akan menunjukkan sebuah kehebatan bisa menyatukan 3 hati, 3 karakter, dan 3 manusia yang mempunyai keinginan.

Semua boleh dan sah untuk menilai. Semua tentu akan memandang sesuai seleranya. Namun, jika berbicara hati. Berbicara tentang rasa yang dimiliki oleh manusia dari sudut nilai kebenaran yang universal, tentu akan terasa ada goresan luka yang menyayat. Begitu pedih dan perih bagi wanita yang dimadu.




Bahkan dalam sebuah riwayat, dikisahkan bahwa begitu panasnya hati seorang wanita yang dimadu. Jika daun ditempelkan di hati akan menjadi kering.

Tidak dipungkiri, hegemoni laki-laki yang sudah berani melakukan poligami, tentu akan mengacu bahwa itu “halal”. Itu sah. Dibolehkan. Dan rata rata, karena didukung oleh faktor ekonomi, penghasilan yang lebih dari cukup, serta “MERASA SUDAH BISA ADIL. Banyak laki-laki “yang mencari mangsa” agar bisa menyalurkan syahwat. Agar bisa semprot sana semprot sini.

Bahkan seorang Ibu kita KARTINI, yang hidup 1879an, mengharapkan wanita-wanita di negeri ini bisa mandiri. Mempunyai bekal pendidikan. Agar apa? Para wanita supaya tidak dilecehkan. Tidak dijajah pria. Tidak hanya ‘”konco wingking”. Yang hanya sekedar ngurus dapur. Yang hanya sekedar macak, masak dan manak.

Jika memang itu sunnah, apakah pernah ada berita ustadz atau publik figur berpoligami seperti yang dilakukan nabi dengan mengawini wanita tua yang keriput? Yang sudah pada “ngglambreh”? Tidak ada. Belum pernah ada!! Yang ada istri muda seorang wanita yang semlohai. Yang bahenol.

Jika demikian, kalaulah ada yang sudah merasa hebat, sudah merasa punya ILMU ADIL lalu melakukan Poligami, rasanya itu omong kosong! Bohong! Orientasinya hanya Sex. Syahwat! Selangkangan!!

Akal sehat akan berpikir panjang dampak yang ditimbulkan dari Poligami. Seperti halnya seorang Aa Gym yang dihakimi secara sosial dan ditinggal oleh umatnya. Meski si Aa berkelit

” Ini karena sudah kehendak Alloh.”

Apakah kaum wanita yang saat itu menggandrungi Ustadz satu itu lalu percaya begitu saja? Mbak ngatemi langganan warung kopi di tempat biasa saya mangkal saat kutanyakan hal ini langsung menyergah “Ustadz TAEK’.’

Dampak selanjutnya tentu anak-anak yang dihasilkan oleh Poligami akan menanggung beban moral dan mental. Silahkan tanya anak-anak yang dihasilkan Poligami!

Jika beberapa hari ini ada seorang Ustadz bangga dan pamer mempunyai istri banyak. Saya yakin banyak wanita merasa tersakiti. Banyak wanita yang merasa harkat dan martabatnya seperti diinjak-injak.

















Leave a Reply