Kolom Ita Apulina Tarigan: ANTARA CATALONIA DENGAN KARO BUKAN BATAK

2
458

Beberapa hari ini saya ikuti diskusi mengenai perjuangan Catalonia agar merdeka dari Spanyol. Ada beberapa fakta menarik yang saya temukan dari debat-debat mereka itu.

1. Mereka masih tetap memegang sejarah 1.000 tahun yang lalu bagaimana awal mulanya Catalonia menjadi bagian Spanyol

2. Mereka, para Catalan, mengaku punya bahasa, budaya dan hukum sendiri yang berbeda dengan Spanyol

3. Alasan ekonomi dan politik saya kira turunan dari 2 poin sebelumnya.

Ada komentar menarik dari seorang peserta yang mengatakan bahwa Pemerintah Spanyol sengaja mengikis Budaya Catalan pelan-pelan dengan memaksakan sekolah-sekolah mereka hanya belajar Bahasa Spanyol dan Inggris.




Gerakan KBB (Karo Bukan Batak) tidak pernah bertujuan memisahkan Karo dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukankah tinggal Suku Karo yang tidak menyerah terhadap Belanda ketika mereka ramai-ramai membentuk negara-negara bagian seperti Negara Sumatera Timur (NST), Negara Tapanuli, dan lain-lainnya? Orang-orang Karo membakar rumah-rumah beserta kampung-kampungnya dan mengungsi ke Tanah Alas (Aceh Tenggara) untuk tetap hanya mengakui NKRI.

Itulah kesetiaan Suku Karo terhadap NKRI sehingga Wakil Presiden RI Mohammad Hatta menulis surat pujian terhadap para pemuda Karo atas perjuangan ini. Hatta menulis Pemuda Karo, bukan Pemuda Batak Karo!

Saya cuma mau bilang ethnic revival adalah gejala mengglobal. Buka mata dan wawasan.

FOTO HEADER: Vera Kebaya.

VIDEO: Musik tradisional Karo (sangat beda dengan musik Batak)










2 COMMENTS

  1. Artikel ini sebagai informasi dan pencerahan yang mantap.
    “ethnic revival adalah gejala mengglobal”, tentu juga KBB.
    Negara Spanyol bertendensi menghilangkan kultur dan bahasa Katalan yang sudah exis jauh sebelum negara Spanyol berdiri. Tendensi dan politik menghilangkan existensi negeri/kultur lain sudah tidak zamannya sekarang. Pengakuan terhadap tiap kutlur dan daerah di Indonesia adalah kunci akan keteguhan NKRI termasuk budaya dan kultur Karo serta daerah ulayatnya.
    Mari semua ‘Buka mata dan wawasan’.

    MUG

Leave a Reply