Apa yang telah berhasil ditulis dengan sukses oleh John Roosa di bukunya melalui analisa ilmiah dengan bukti-buktu terpercaya merupakan karya penting dan sangat bermanfaat bagi pencerahan publik dunia tentang apa yang terjadi. Begitu juga tentang yang telah bikin perubahan besar untuk selama-lamanya dilihat dari perubahan dan perkembangan politik negeri Indonesia yang kaya SDA, setelah kudeta 1965 itu.

Dari segi lain, semakin terlihat juga bahwa kegiatan dari pihak neolib Greed and Power untuk menyangkal atau menulis bantahan argumentatif atas tuduhan kudeta jahat yang mereka sudah lakukan di banyak negeri.




Bantahan dengan argumentasinya sudah semakin layu. Tetapi, yang dilakukan ialah meningkatkan usaha pecah belah atau divide and conquer seperti terjadi di Indonesia belakangan ini dengan menggiatkan Gerakan 411, 212, film G30S/ PKI dsb. Dengan bantuan fake news atau hoax yang disebarkan sangat luas dengan menggunakan media sosial seperti Saracen.

Karena dengan memanfaatkan MSM (main stream media) di Indonesia tidak begitu laku, maka dimanfaatkan media sosial; pakai biaya banyak tentu.

Fenomena semakin layunya argumentasi menyanggah tuduhan-tuduhan kejahatan yang dibikin oleh neolib/ deep state sangat drastis berkurang. Ini sebab utamanya ialah bangkitnya gelombang besar perlawanan atas neolib deep state terutama dalam soal fake newsnya dan hoaxnya yang semakin luas dibelejeti dan ditelanjangi oleh publik dunia yang sangat luas. Fake news yang jelas disiarkan oleh MSM neolib (main stream media) yang juga disebut oleh Trump sebagai ‘the enemy of American people’.

Terlihat terakhir di AS fake news soal keterlibatan Rusia dalam Pilpres Trump semakin terisolasi dan tak mempan lagi karena semaraknya bantahan publik dunia yang sangat luas dengan argumentasi masuk akal. Ini membuat neolib MSM pusing kepala dan kalap. Mereka bahkan terakhir mengusahakan usul UU soal kontrol atas internet supaya bisa mengontrol apa yang ditulis oleh publik, karena orang banyak inilah yang telah bikin perubahan dunia terutama dalam tingkat kesedarannya.

Berkaitan dengan partisiasi publik dunia ini yang mengakibatkn munculnya gerakan massif fake news dan hoax dari pihak deep state, Snowden baru-baru ini bilang:

“The problem of fake news isn’t solved by hoping for a referee, but rather because we as citizens, we as users of these services, help each other. We talk and we share and we point out what is fake. We point out what is true. The answer to bad speech is not censorship, the answer to bad speech is more speech. We have to exercise and spread the idea that critical thinking matters, now more than ever, given the fact that lies seem to be getting more popular.”

 

Snowden terlihat semakin matang dan luas dalam menganalisa perkembangan dan perubahan berdasarkan pengalamannya yang mantap di bidang ‘pekerjaan rahasia’. Betul sekali memang, apa yang fake atau hoax paling efektif dilawan bukan dengan sensor atau ‘rahasia’ tetapi dengan keterbukaan. Lebih banyak diomongkan, dibelejeti dan ditelanjangi kebohongan dan sumbernya.




Kalau taktik Saracen dengan memakai 800.000 akun internet, publik harus pakai 1 juta atau 100 juta akun untuk membelejeti kebohongan itu. Neolib deep state terbukti harus mengeluarkan biaya besar bikin Saracen dengan 800 000 akunnya. Tetapi publik yang ratusan juta bisa bikin masing-masing tanpa biaya. Karena itu juga belakangan deep state AS mau usulkan UU sensor internet itu dan bahkan menginginkan FBI bisa masuk ke semua komputer masyarakat di AS dan dunia. Mereka takut dan kalap kalau publik dunia yang luas berpartisipasi membelejeti fake news dan hoax yang mereka anggap sebagai senjata terakhir dalam cita-citanya menghegemony dunia.

Dengan partisipasi publik yang luas, atau more speech kata Snowden, sekarang bagi neolib deep state semakin kewalahan melawan kejujuran dan keadilan yang diperjuangkan oleh publik dunia.








Leave a Reply