Kolom Andi Safiah: BIOLOGY VS CULTURE

1
271

Dalam perspektif biologis, perilaku seksual antara laki-laki dan laki-laki menjadi hal yang alamiah adanya, namun dalam perspectif Cultural itu jelas melanggar norma-norma yang telah dibuat dan disepakati bersama.

Pertentangan kedua cara pandang ini sudah berlangsung cukup lama dalam masyarakat Homo Sapiens, namun realitasnya yang alamiah dan yang didesain oleh manusia sangatlah berbeda.

Perilaku seksual yang dicap “menyimpang” ternyata sangat alamiah. Inilah mengapa praktek-praktek seksual tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan, bukan hanya untuk species manusia, tapi species-species lain di atas planet ini.

Jadi menurut Yuval Noah Hariri rumusnya sederhana. “Jika biologi membolehkan, maka culture melarang” dan perlu dicatat bahwa konsep-konsep manusia soal “natural” dan tidak “natural” bukan diambil dari perspektif biologi, melainkan dari teologi Kristen.

Makna teologis dari natural adalah sesuai dengan niat Tuhan yang menciptakan alam, begitulah klaimnya.

Sementara makna biologisnya tidak ada yang tidak natural, semua yang tidak menabrak hukum alam (law of nature) adalah alamiah.

#Itusaja!








1 COMMENT

  1. Penjelasan yang mantap. Yang menarik sekarang ini ialah bahwa yang biologis alamiah itu dimanfaatkan juga memecah belah masyarakat, dan yang tujuannya . . . duit, duit . . . divide and conquer!
    Lebih menarik lagi ialah kalau duit, the dung of devil ini sudah lenyap dari pergaulan manusia . . . maka semua yang alamiah akan diakui sebagai alamiah. Permisi, refleksi atau ngelamun sebentar he he . .

    MUG

Leave a Reply