IMANUEL SITEPU. MEDAN JOHOR. Pemuda yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun, yang belum diketahui identitasnya ini, meregang nyawa lantaran dihakimi massa saat kepergok hendak mencuri sepeda motor milik salah seorang jemaah Mesjid Al Ikhlas di Jl. Karya Tani Pelataran parkir mesjid yang terletak di Kelurahan Pangkalan Mansur (Medan Johor) ini [Minggu 8/10: sekira 05.00 wib].

Menurut penjelasan Amin (30), salah seorang saksi yang juga warga Jl. Karya Tani Kelurahan Pangkalan Mansyur (Medan Johor), sekira 05.00 wib, dia sedang berada bersama temannya melihat 2 laki-laki masuk ke dalam Mesjid Al Ikhlas. Mereka mengendarai sepeda motor Yamaha RX King.




Setibanya di dalam, pelaku lalu menuju ke areal parkir tempat jemaah lainya memarkirkan sepeda motornya untuk melaksanakan sholat zuhur. Curiga dengan gelagat kedua pemuda ini, Amin bersama temanya lantas mengamati dari kejauhan.

“Setelah itu, saya melihat salah satu pelaku menuju tempat whudu sedangkan pelaku satu lagi tetap berada di atas kereta RX King,” sebut Amin.

Tak lama kemudian, pelaku lainnya yang pergi ke tempat whudu terlihat oleh saksi mata menuju ke arah sepeda motor jamaah yang terparkir. Dalam hitungan detik, dengan menggunakan kunci T, pelaku langsung menyambar Honda Beat milik seorang jemaah diketahui bernama Julfikar (50) warga Jl. Karya Budi Gg. Budi Kelurahan Pangkalan Mansur Medan Johor.

“Begitu pelaku berhasil  membawa kereta milik jemaah dan hendak keluar dari mesjid, kami langsung menutup gerbang mesjid sambil berteriak maling,” sambung Amin.




Melihat itu, kedua pelaku menjadi panik dan mencoba kabur menyelamatkan diri. Akan tetapi, salah seorang pelaku berhasil ditangkap setelah terjatuh dari keretanya. Sementara seorang pelaku lainya berhasil lolos dari sergapan warga karena melarikan diri dari belakang mesjid.

“Saya tidak tau siapa yang mulai, warga yang mengetahui kejadian berdatangan dan menghakimi pelaku sampai mati di tempat,” cetusnya.

Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian.

“Kita mendapat informasi dari Kepling setempat ada pelaku curanmor sedang dihajar massa. Ketika anggota sampai di lokasi, pelaku sudah tergeletak tak sadarkan diri,” sebut Kapolsek.

Lanjut dikatakannya, pada saat itu kondisi pelaku sudah tidak bergerak di pelataran parkir mesjid dengan wajah bengkak lebam, hidung dan mulut berdarah, serta luka di bagian tangan.

“Selanjutnya, anggota kita membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara. Dari penjelasan dokter, pelaku yang belum diketahui identitasnya ini sudah tewas,” katanya mengakhiri.






Leave a Reply