JEBTA B. SITEPU. LEMBATA. Pasca gempa bumi yang beruntun dengan kekuatan 3,9 – 4,9 SR berpusat di sekitar Gunung Ili, Lewotolok (Kabupaten Lembata,  Nusa Tenggara Timur) [Selasa 10/10], Gunung Ili Lewotolok tetap status Waspada (Level 2). Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik dan tidak ada letusan. Banyak berita palsu alias hoax yang memberitakan Gunung Ili Lewotolok meletus. Berita tersebut tidak benar.

PVMBG menyatakan Gunung Ili Lewotolok tetap status Waspada sejak Sabtu [7/10: Pukul 20:00 WITA].

BMKG mencatat 5 kali gempa dengan guncangan gempa yang dirasakan cukup kuat karena berpusat di darat pada kedalaman 10 – 30 km. gempa ini telah menyebabkan warga panik. Gempa dirasakan kuat di Desa-desa Lamabute, Napasabok, Lamawolo, dan Waimatan (semua di Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata) pada Selasa [10/10: Dini Hari hingga Sore Hari].




Tidak ada korban jiwa dari gempa ini. Sebanyak 723 jiwa mengungsi ke beberapa tempat di Kecamatan Ile Ape. Pengungsi berasal dari Desa Waimatan sebanyak 160 orang mengungsi di Kantor Camat, dari Desa Lamawolo sebanyak 60 orang mengungsi ke Lewoleba, dan dari Desa Napasabok dan Desa Lamabute sebanyak 503 orang mengungsi di Kantor Camat Ile Ape dan Pustu Waipukang.

Data sementara terdapat 5 rumah rusak karena tertimpa batuan dari lereng gunung dan akibat guncangan gempa. BPBD masih melakukan pendataan. BPBD Kabupaten Lembata Bersama Polsek Lembata, Koramil 1624/03 Lembata Barat, PLAN Lembata, Forum PRB, Dinas PU dan Perhubungan, PMI Lembata, Dinas Sosial, dan BPMD, serta Yayasan Bina Sejahtera Lembata mendatangi lokasi terdampak gempa untuk melakukan pendataan serta evakuasi warga yang terdampak ke tempat yang aman. BPBD membangun tempat penampungan sementara dan memberikan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan kepada BPBD. Bantuan logistik dari BPBD Provinsi NTT dan BPBD sekitar Kabupaten Lembata dapat dikirimkan untuk membantu pengungsi.

Kondisi jalan raya yang retak dan tertimbun bebatuan akibat gempa beruntun di Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.. Sumber foto: Indonesia Koran.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Pemantauan aktivitas Gunung Ili Lewotolok dilakukan secara kontinyu dari Pos PGA di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape. Rekomendasi PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

“Seluruh pihak agar menjaga ketenangan suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan berita bohong hoax dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei.

Gunungapi Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ketinggian 1423 meter di atas permukaan laut. Sejarah erupsi G. Ili Lewotolok pernah terjadi pada tahun 1660, 1819, 1849, 1852, 1821, 1864, 1889, dan 1920.








Leave a Reply