EMMY F. PURBA. MEDAN. Dalam membangun sebuah kota, tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik semata. Untuk itu, harus diikuti dengan pembangunan peradaban masyarakatnya. Tanpa diikuti pembangunan peradaban masyarakat, maka bisa dipastikan pembangunan fisik yang tengah dilakukan akan menjadi sia-sia.

Demikian disampaikan oleh Wakil Wali Kota Medan (Ir H Akhyar Nasution MSi) ketika jamuan makan malam dengan peserta International Conference Friendly City 2017 di Grand Aston Hotel Medan kemarin [Kamis 12/10].

Dikatakan oleh Akhyar, pendapat ini disampaikannya berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan langsung setelah 1,8 tahun dipercayakan masyarakat mendampingi Wali Kota Medan (Drs H T Dzulmi Eldin S MSi) sebagai Wakil Wali menjalankan roda pemerintahan di ibukota Provinsi Sumatera Utara.




“Pembangunan fisik harus diikuti dengan pembangunan peradaban masyarakatnya. Jika itu tidak dilakukan, maka hasil pembangunan fisik yang telah selesai dibangun tak akan bertahan lama karena masyarakat kurang peduli,” kata Akhyar.

Sebagai ilustrasi, Akhyar mengatakan, pembangunan  infrastruktur, baik jalan dan drainase yang tengah  dilakukan Pemko Medan saat ini menyebabkan terjadinya traffic crowded .  Kondisi ini terjadi tidak terlepas akibat  banyaknya badan jalan yang diovukasi para pedagang  untuk lapak berjualan maupun juru parkir sebagai lahan parkir.

“Semua merasa berhak atas badan jalan sehingga menggunakan sesukanya. Padahal kita ketahui bersama bahwasannya badan jalan merupakan fasilitas umum. Padahal keberadaan fasilitas umum ini untuk kepentingan masyarakat umum, bukan untuk segelintir orang,” ungkapnya.

Kemudian mantan anggota DPRD Medan itu mencontohkan pembetonan jalan. Meski kondisi coran jalan belum kering namun  ada juga masyarakat yang tidak peduli dan menerobosnya meski sudah dibuat larangan melintasi sehingga jalan yang baru selesai itu pun rusak. “Intinya pembangunan peradaban masyarakat sangat pentign dilakukan!” tegasnya.

Selanjutnya Wakil Wali Kota sangat mengapresiasi digelarnya  International Conference Friendly City 2017 hasil kerjasama simbiosis mutualisme antara Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) dengan para ilmuwan, peneliti, akademisi dalam berbagai area  engineering dari dalam dan luar negeri.

Menurut Wakil Wali Kota, kerjasama lintas disiplin ini semakin menunjukkan bahwa baik eksakta maupun non eksakta masing-masing punya kelebihan dan tentunya juga punya kekurangan. Justru dengan kolaborasi yang dilakukan akan mendapatkan hasil yang maksimal untuk membangun Indonesia.




“Pembangunan yang berbasis hasil penelitian  tentunya akan membuahkan hasil yang jauh lebih baik menuju Indonesia lebih siap bersaing di kancah gelobal,” ungkapntya.

Kemudian Akhyar pun berharap kemitraan yang telah terjalin selama ini antara Pemko Medan dengan FT USU bisa terus ditingkatkan. Sebab, Pemko Medan sendiri masih membutuhkan bantuan para tenaga ahli dari FT USU yang mampu memberikan sumbangsihnya guna membantu menjadikan Medan sebagai kota metropolitan yang bersahabat dan nyaman untuk dihuni sleuruh warganya.

Jamuan makan malam ini turut dihadiri Rektor III USU (Drs Mahyudin KM Nasution MIT PhD), Wakil Rektor IV USU (Prof Dr Ir Bustami Syam MS ME), Wakil Dekan  I FT USU (Prof Johanes Tarigan), Ketua Panitia International Conference Friendly City 2017 (Ir Nulisa Ginting MSc PhD) serta seluruh peserta.













Leave a Reply