Horeee …. Kabupaten Karo Kembali Masuk Provinsi Sumatera Utara

0
622

Oleh: Karl Sumagara Sembiring (Medan)

 

Kemarin dulu [Sabtu 14/10], sebuah fan-page (fp) bernama Tengku Erry Nuradi (yang kita ketahui saat ini menjabat Gubernur Sumatera Utara) memposting selebaran ucapan terimakasih kepada Bapak Presiden RI (Ir. Joko Widodo) karena telah berkunjung ke provinsi yang dia pimpin. Selebaran itu memuat foto Presiden Jokowi dan fotonya sendiri (Tengku Erry, red), serta tulisan daftar Kab/Kota di Sumut yang telah dikunjungi oleh Jokowi. Akan tetapi dalam daftar tersebut hanya tertera 17 Kab/Kota, tidak termasuk di dalamnya Kab. Karo.

Sontak warga NET yang sebagian besar Suku Karo ataupun yang tinggal/ berasal dari Kabupaten Karo mempertanyakan dan membagikan postingan tersebut. Setelah ramai sana sini, belum juga ada klarifikasi dari pihak manapun. Apakah ini disengaja pihak yang tidak bertanggungjawab (dugaan FP palsu alias abal-abal), atau hanya sebuah kesalahan ketik saja.




Hingga Sora Sirulo mepublikasikan sebuah berita tentang hal tersebut pun yang kemudian menjadi viral, belum juga ada pihak yang melakukan klarifikasi. Akhirnya konten tersebut pada dini hari dihapus dari fan-page tersebut dan kemudian di pagi esoknya diposting ulang dengan daftar 18 Kab/Kota, tambah satu Kab. Karo dari sebelumnya 17 Kab/Kota.

Namun, tanpa ada kata penjelasan apapun dari pihak adminnya, seperti tidak ada masalah sebelumnya. Padahal di facebook sempat ramai perdebatan dan saling tuduh. Bahkan seperti ada upaya untuk mengarahkan bahwa akun-akun yang membagikan selebaran ini (sebelum diperbaiki), juga media online Sora Sirulo yang membuat beritannya seakan-akan sebagai penyebar berita HOAX dan kebohongan. Bahkan ada orang rada-rada mengancam (ancaman secara samar) untuk menuduh orang-orang yang menyebarkan berita itu sebagai menebar hoax dan pantas dilaporkan ke polisi.



Hingga redaksi Sora Sirulo melalui akun Juara R. Ginting dan Bastanta P. Sembiring balik mengancam akan melaporkan orang yang mengancam itu langsung ke Tengku Erry Nuradi untuk dicek apakah orang itu dari pihak Tengku Erry sendiri atau justru dari pihak saingannya yang bermaksud membuat Tengku Erry Nuradi terkesan suka menakut-nakuti masyarakat dengan ancaman dipolisikan. Menurut Ginting dan Sembiring, Tengku Erry perlu mengetahui apakah ini benar pekerjaan orang-orangnya atau lawan politiknya.

Sore tadi [Senin 16/8] fan-page dalam postingan yang sama (setelah diedit fotonya) menambahkan pada keterangannya, “ […] Mohon maaf ada kesalahan posting dari data sebelumnya. Terimakasih atas pengertiannya.”

Pernyataan maaf ini sangat positif. Namun terkesan mengulur waktu. Membuat banyak warga NET kecewa. Karena sempat terjadi saling tuduh baru diklarifikasi dan meminta maaf. Tentunya ini menjadi pelajaran bagi publik figur serta tim sukses dan tim kreatifnya agar lebih teliti dan jangan mencoba memainkan situasi memposisikan diri sebagai yang terzolimi untuk meraup keuntungan, karena setiap gerak-gerik kita di era digital ini mudah dibaca dan mudah tersebar luas.

Perlu diingatkan bahwa Jokowi sudah mengunjungi Kabupaten Karo khususnya para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung sebanyak 3 kali sejak dia menjadi Presiden RI. Seperti yang kemudian diakui dalam selebaran versi perbaikan, bahwa kunjungan itu adalah jumlah yang terbanyak diantara semua Kabupaten/ Kota di Sumatera Utara. Di masa kampanyepun, Jokowi – JK secara bersama telah berkunjung ke Kabupaten Karo. Sebelumnya, JK sendiri mengunjungi para pengungsi Sinabung dalam kapasitasnya sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI).

Pihak Tim Sukses Tengku Erry Nuradi juga tampaknya memiliki catatan yang semberono mengenai perpolitikan nasional yang terkait dengan Provinsi Sumatera Utara (yang masih dipimpin oleh Tengku Erry dan bercita-cita menyambungnya 5 tahun lagi). Kabupaten Karo adalah secara resmi merupakan lokasi Blusukan Perdana Jokowi setelah dilantik menjadi Presiden RI, yang sekaligus mewujudkan janji kampanyenya untuk melakukan blusukan ke seluruh Nusantara.








Leave a Reply