MAJA BARUS. MEDAN. Wali Kota Medan (Drs H T Dzulmi Eldin S MSi) mendesak percpatan penyelesaian perbaikan jalan rusak di Kota Medan. Orang nomor satu di Pemko Medan  ini menargetkan akhir Desember ini, seluruh jalan rusak yang selama ini dikeluhkan warga selesai diperbaiki. Untuk itulah proses pengerjaannya saat ini dilakukan siang dan malam.

Demikian diungkapkan Wali Kota ketika meninjau pembetonan di Jl. Bilal, Kelurahan Pulo Brayan Darat I (Medan Barat) [Rabu 18/10: Siang]. Selain ingin  memastikan kualitas pembetonan yang sedang dilakukan, peninjuan ini  untuk  mempercepat penyelesaian perbaikan jalan.

“Untuk itulah kita sangat mengharapkan kesabaran masyarakat. Insya Allah akhir Desember ini,  jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat akan selesai diperbaiki. Untuk mewujudkan hal ini, perbaikan jalan rusak baik itu melalui pengaspalan hotmix maupun pembetonan  dilakukan siang dan malam,” kata Wali Kota.




Dikatakan oleh Wali Kota, selama ini perbaikan jalan dilakukan malam hari untuk menghindari terjadinya traffic crawded jam (kemacetan cukup parah). Namun  untuk mengejar waktu sekaligus memberikan  pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jalan, perbaikan jalan pun dilakukan siang dan malam.

Walaupun penyelesaian perbaikan jalan dipercepat, tegas Wali Kota, namun kualitas perbaikan harus tetap nomor satu. Apabila pengerjaan kedapatan dilakukan asal-asalan,  Wali Kota  pun berjanji langsung menghentikannya dan menggantinya dengan swakelola. “Hal ini kita lakukan agar hasil perbaikan jalan bisa  tahan lama sehingga memuaskan masyarakat,” tegasnya.

Selanjutnya Wali Kota mengungkapkan, ada 50 paket perbaikan jalan yang  dilakukan tahun ini.  Dari jumlah tersebut, separuhnya diantaranya telah dilakukan perbaikan, sedangkan sisanya menyusul karena seluruh Surat Perintah Kerja (SPK) sudah ditandatangani.



“Itu sebabnya kita terus lakukan percepatan sehingga akhir Desember ini rampung seluruhnya,” ungkapnya.

Dalam pengerjaan perbaikan jalan,  Wali Kota memamparkan ada kendala yang dihadapi para pelaksana proyek. Tingginya intesitas hujan menyebabkan para pelaksana proyek untuk sementara menunda pengerjaan, terutama perbaikan jalan yang dilakukan dengan pengaspalan (hotmix).

“Kalau perbaikan jalan yang dilakukan dengan pembetonan, hujan tidak menjadi kendala. Namun perbaikan jalan dengan pengaspalan, hujan jelas menjadi kendala. Sebab, tidak mungkin pengaspalan dilakukan dengan kondisi jalan  digenangi air.  Oleh karenanya kita berupaya membantu mereka  untuk mendukung percepetan tersebut,” paparnya.

Di hadapan sejumlah wartawan yang  turut menyaksikan pembetonan tersebut, Wali Kota kembali menyampaikan permintaan maafnya. Tidak hanya terkait dengan kerusakan jalan yang terjadi, tetapi  juga menyangkut ketidaknyamanan menyusul perbaikan jalan yang tengah dilakukan saat ini.

Yang pasti kata Wali Kota, dirinya beserta sleuruh jajaran Pemko Medan akan berusaha sekuat tenaga  untuk memberikan pelayanan infrastruktur terbaik kepada  seluruh warga Kota Medan. Kemudian Wali Kota pun mengajak warga untuk menjaga dan merawat  jalan yang telah selesai diperbaiki nantinya. Tanpa dukungan  masyarakat, WaliKota yakin jalan yang telah selesai diperbaiki  akan cepat rusak.

“Menjaga dan merawat infrastrukur jalan yang telah selesaai diperbaiki bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata melainkan kita semua. Inilah yang melatarbelakangi kami membuat  semboya Medan Rumah Kita. Artinya, kitalah yang menjaga dan merawatnya bersama-sama,”  jelasnya.




Selain perbaikan jalan, Wali Kota juga mengungkapkan Pemko Medan fokus membenahi drainase. Untuk pembenahan drainase, mantan Wakil Wali  Kota dan Sekda Kota Medan itu mengatakan ada 200 paket yang dikerjakan tahun ini. Sama seperti jalan, Wali Kota juga menargetkan pembenahan drainase akan selesai akhir Desember ini.

Agar pembenahan drainase yang dilakukan mampu meminimalisir genangan air maupun banjir yang akan berdampak dengan kerusakan jalan, Wali Kota pun akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Dia berharap agar BWS dalam melakukan normalisasi sungai yang melintasi Kota Medan.

“Kondisi sungai yang melintasi Kota Medan saat ini mengalami pendangkalan dan penyempitan sehingga harus dilakukan normalisasi. Apabila perbaikan drainase yang kita lakukan ini tanpa diikuti normalisasi sungai, tentunya kurang memberikan hasil  yang signifikan. Masalahnya kita tidak berwenang melakukan normalisasi sungai, itu merupakan wewenang BWS,” pungkasnya.










Leave a Reply