Industri MICE Thailand Manfaatkan Pengembangan Koridor Ekonomi Timur

0
103

CHAILAI ANTAPONG. BANGKOK. Sektor pariwisata yang bertumbuh pesat di Thailand diperkirakan akan semakin terdorong oleh strategi pengembangan “Thailand 4.0″ yang diluncurkan pemerintah Thailand, serta program Koridor Ekonomi Timur (EEC) yang menarik investasi besar dalam perluasan bandara dan infrastruktur lain.

Mr Chiruit Isarangkun Na Ayuthaya, President, Thailand Convention and Exhibition Bureau (TCEB) Rencana EEC yang diumumkan tahun ini oleh Pemerintah Thailand meliputi tiga provinsi di timur Bangkok, yakni Chonburi, Rayong, dan Chachoengsao, serta diharapkan mampu meraih investasi dari sektor publik dan swasta senilai lebih dari 1,5 triliun Thai Baht (USD 43 Miliar) dalam waktu lima tahun pertama proyek diimplementasikan.

“Dalam perjalanan untuk mewujudkan berbagai tujuan pembangunan Thailand 4.0, banyak peluang bagi ajang pertemuan, konvensi dan pameran dagang untuk memainkan peran pendukung,” kata Chiruit Isarangkun Na Ayuthaya, President, Thailand Convention and Exhibition Bureau (TCEB), sebuah organisasi publik yang ditugaskan untuk mempromosikan industri meetings, incentives, conventions and exhibitions (MICE) nasional.




Dia berbicara dalam sebuah seminar bertema “Koridor Ekonomi Timur: Jalan Cepat menuju Thailand 4.0?” yang baru-baru ini diselenggarakan oleh TCEB di Bangkok sebagai sarana pertukaran antara komunitas bisnis Thailand dan asing. Thailand meraih pencapaian satu juta pelancong bisnis untuk pertama kalinya tahun lalu.

“Investasi itu baik buat industri kami. Seluruh infrastruktur ini, bandara, pelabuhan, rel kereta dan jalan raya, adalah syarat utama bagi pameran dalam rangka menaikkan level Thailand agar mampu berkompetisi dengan negara lain,” kata Talun ThengPresident, Thai Exhibition Association.




“Rencana EEC merupakan sebuah strategi untuk mengimplementasikan visi Thailand 4.0 ke arah yang benar,” demikian menurut Dr. Somkiat TangkitvanichPresident, Thailand Development Research Institute (TDRI). “Keberhasilan EEC seharusnya diukur berdasarkan peningkatan kemampuan teknologi nasional.”

Menurut TDRI, U-Tapao, bandara internasional ketiga di Bangkok, dengan rencana investasi sebesar 200 miliar baht (USD5,7 miliar), merupakan “Landasan EEC” dan kini menarik minat pemain global berkat lokasinya yang menguntungkan. Landasan pacu kedua dan dua terminal baru akan dibangun di bandara tersebut, membuat Thailand menjadi penghubung kawasan, serta memudahkan pengembangan industri maintenance repair and overall (MRO) penerbangan yang kuat.

Investasi di sektor swasta dalam program EEC akan diberi insentif spesial, seperti keringanan pajak (tax privileges), sewa tanah jangka panjang, serta prosedur administratif yang cepat.





Leave a Reply