IMANUEL SITEPU. STM HULU. Memprihatinkan, bangunan Pos Persalinan Desa (Polindes) Desa Gunung Manupak B (Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang) berubah fungsi menjadi rumah tinggal oknum Kepala Desa (Kades) Jonmedi Saragih bersama keluarganya.

Hal ini langsung saja menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat. Mereka mendesak Bupati Deli Serdang (H Ashari Tambunan) menindak tegas oknum-oknum yang terlibat di dalamnya.

Anehnya lagi, petugas kesehatan atau bidan desa yang semestinya menempati bangunan itu, tidak tahu rimbanya. Kabarnya, oknum bidan tersebut jarang datang melakukan pelayanan kesehatan di desa itu. Kepada wartawan, sejumlah warga mengatakan, kondisi Polindes yang berubah fungsi telah berlangsung bertahun-tahun lamanya [Sabtu 21/10]. Namun warga mengaku tidak berani melapor karena takut diintimidasi oleh kepala desa.




“Ini sudah berlangsung lama, tapi kami memilih diam sebab nanti ada masalah, apabila kami perlu mengurus surat-surat,” ujar warga berinisial S.

Lanjutnya, akibat tidak berfungsinya Polindes itu, warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khusunya ibu hamil dan Balita terpaksa datang ke Puskesmas Tiga Juhar (Kecamatan STM Hulu) yang jaraknya sekitar 60 km.

“Kalau ada yang terdesak melahirkan, mungkin akan melahirkan di jalan, sebab di desa ini tidak ada bidan. Pak Kades tidak mungkin bisa menolong persalinan meski dia tinggal di situ,” akunya.

Aktivis LSM Peduli Rakyat (Perak) (Antonius Sitanggang) dan Radar Coruption Wacth (RCW) (Baldi), ketika diminta tanggapannya, tegas mengatakan kondisi berubah fungsinya Polindes itu harus ditindak tegas.




“Hal ini jelas harus ditindak tegas. Bapak Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan diharapkan menindak oknum-oknum yang terlibat di dalamnya, karena ini jelas bertolak belakang dengan visi dan misi Deli Serdang,” aku Antonius.

Ia mengatakan, Polindes yang dijadikan rumah pribadi bisa digolongkan korupsi karena merugikan keuangan negara.

“Dibangun tetapi tidak difungsikan. Dinkes Deli Serdang wajib menjelaskan soal ini ke-publik,“ pintanya.

Ia secara tajam menilai, jangan-jangan semua ini alasan untuk kepentingan pelayanan kesehatan desa lewat pembangunan Polindes. Tetapi kenyataannya cuma dijadikan obyek pribadi oleh oknum tertentu.

Foto header: Bangunan Polindes yang berubah fungsi jadi rumah kepala desa.





Leave a Reply