IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Bosan jadi petani, Leo Perangin-angin (31) warga Dusun VI Sililis, Desa Rumah Gerat (Kecamatan Biru-biru) dan istrinya, Suranta Br Sitepu (40), memilih banting stir menjadi penjual tuak sekaligus menyambi sebagai pengedar ganja. Namun, atas kenekatanya itu pula, pasangan suami istri ini akhirnya ditangkap Polisi dan kini mendekam di sel tahanan Polsek Biru-biru atas kepemilikan 1,2 Kg daun ganja kering.

Bukan hanya Leo Perangin-angin dan istrinya Suranta Br Sitepu, 2 tersangka yang menjadi langganannya, Perdamenta Tarigan (33) dan Boikin Sembiring (22), keduanya warga Dusun 1, Desa Rumah Gerat (Kecamatan Biru-biru), ikut tertangkap [Senin 23/10: sekira 21.00 wib].




“Capek kami bertani, bang, makanya sebagai sambilan untuk menambah penghasilan, kami buka warung tuak dan sekaligus jual ganja,” kata Leo Perangin-angin.

Saat ditanyai lebih lanjut, Leo dan istrinya mengaku telah menggeluti usaha sebagai pengedar ganja selama 1 tahun.

“Sudah ada setahun kami jual ganja. Tapi tidak rutin. Barangnya kami peroleh dari kawan di Simalingkar,” beber Leo.

Lain halnya dikatakan tersangka Perdamenta Tarigan dan Boikin Sembiring. Menurut keduanya, mereka mengisap daun ganja hanya untuk buang suntuk.

“Cuma buat buang suntuk aja, bang,” kata Boikin Sembiring singkat sambil tertunduk.

Sementara menurut Kapolsek Biru-biru, melalui Kanit Reskrim (Ipda Bambang), keempat tersangka berhasil ditangkap berkat adanya informasi dari masyarakat yang mengatakan warung tuak milik Leo Perangin-angin sering dijadikan tempat mengkonsumsi ganja.

“Beranjak dari informasi tersebut, kita langsung melakukan penyelidikan. Saat kita lakukan penggerebekan, ditemukan barang bukti 1,2 kg ganja, kertas paper, serta 2 puntung rokok yang sudah dicampur ganja. Guna keperluan penyelidikan lebih lanjut, keempat tersangka berikut barang bukti akan diserahkan ke Polres Deliserdang,” kata Kanit.








Leave a Reply