Jadikan Medan Tujuan Wisata Budaya Melalui Gemes 2017

0
95

JEBTA B. SITEPU. MEDAN. Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara sekaligus edukasi dan ekplorasi keragaman kesenian dan budaya Melayu sebagai sebuah kearifan lokal sekaligus destinasi wisata budaya, Pemko Medan kembali menyelenggarakan event bertajuk Gelar Melayu Serumpun (Gemes) 2017 selama tiga hari mulai 3-5 Nopember di Lapangan Merdeka Medan.

Dalam edisi kedua ini, Gemes yang merupakan gawean Dinas Pariwisata Kota Medan dikemas lebih menarik lagi  sehingga dapat menjadi kekuatan dalam upaya menjual Kota Medan sebagai destinasi wisata budaya yang patut dikunjungi.  Oleh karenanya aneka seni, musik dan tari Melayu yang menarik telah dipersiapkan untuk menghibur seluruh pengunjung yang hadir.




“Selain menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Kota Medan, kita berharap Gemes 2017 ini menjadi sarana edukasi bagi para generasi muda sehingga mereka mengetahui lebih jauh mengenai seni dan budaya Melayu sebagai etnis asli di Kota Medan,” kata Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriono ketika memimpin rapat persiapan Gemes 2017 di kantornya Jl. HM Yamin Medan [Selasa 31/10].

Jumlah peserta yang mengikuti Gemes tahun ini jauh lebih banyak. Tahun lalu, peserta Gemes hanya berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara, Kabupaten Aceh Tenggara serta Pekan Baru, sedangkan kini meliputi Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan dan Sumatera Barat. Termasuk  dari mancanegara seperti Malaysia, Brunei Darusalam dan Singapura.

“Untuk Thailand, keputusan mereka ikut Gemes 2017 akan disampaikan hari ini. Kehadiran peserta dari mancanegara itu tentunya semakin  membuat event ini semakin meriah dan menarik lagi. Oleh karenanya kita akan terus melakukan evaluasi sehingga jumlah peserta dari luat negeri bisa lebih banyak lagi. Sebab, Gemes sudah masuk kelender teta[p di Kementerian Pariwisata,” ungkapnya.

Selanjutnya Agus menjelaskan, Wali Kota Medan (Drs H T Dzulmi Eldin S MSi) akan membuka Gemes 2017 [Jumat 3/11: sekitar Pukul 19.00 WIB]. Seluruh peserta akan disambut dengan 14 pasangan dengan mengenakan pakain daerah dari 14 etnis  yang ada di Kota Medan. Hal ini sebagai simbolis bahwa seluruh etnis yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini menyambut baik digelarnya Gemes  2017.

Agar pelaksanaan Gemes semakin lebih menarik perhatian, Dinas Pariwisata  juga telah mempersiapkan desain panggung yang menawan sehingga berbentuk seperti perahu layar. Desain kapal ini sebagai simbolis  bahwa Kota Medan terletak di kawasan pesisir Pulau Sumatera  yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka.

Acara pembukaan selanjutnya akan diisi penyerahan plakat penghargaan kepada seluruh peserta dan pagelaran Songket Deli. Jelang berakhirnya pagelaran Gongket Deli, seluruh peserta akan ikut parade dengan menggunakan busana Melayu sesuai daerahnya masing-masing. Acara pembukaan akan dipungkasi dengan penampilan penyanyi Lesti D’Academy.

Di hari ke dua dan ke tiga, Agus mengatakan Gemes akan diisi dengan penampilan seni, tari dan musik  yang menarik dari seluruh peserta. Mantan Kabag Aset dan Perlengkapan itu optimis atraksi  yang disajikan masing-masing peserta itu asangat menarik dan menghibur seluruh pengunjung.




Demi suksesnya Gemes 2017, Aguas mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polrestabes Medan, Kodim 0201/BS, Dinas Perhubungan serta Satpol PP Kota Medan untuk melakukan pengamanan, termasuk mengatur lalu lintas menyusul ramainya pengunjung maupun peserta yang akan  menyaksikan maupun mengikuti Gemes 2017.

Guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kenderaan bermotor di seputaran Lapangan Merdeka pada saat berlangsungnya Gemes 2017 yang akan memicu terganggunya kelancaran arus lalu lintas, Agus mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Dishub menyediakan tempat parkir di sisi Timur Lapangan Merdeka Medan, persisnya depan Stasiun Besar Kereta Api yang selama ini dikelola Dishub Kota Medan.





Leave a Reply