Pria Berambut Cepak Membentak Satpol PP di Petisah

0
292

NGGUNTUR PURBA. MEDAN. Di saat petugas Satpol dibantu oleh petugas Polsek Medan Baru, Koramil 01 Medan Barat, PD Pasar serta kepala lingkungan  yang berjumlah sekitar 303 personel mengangkati lapak milik pedagang seperti meja, tenda, payung serta besi-besi tempat gantungan baju di Pasar Petisah [Kamis 2/11], tiba-tiba seorang pria berambut cepak mengenakan sweater hitam berlogo polisi militer di lengan kiri datang marah-marah.

Selain menghalangi petugas Satpol PP mengangkat lapak milik PK5, pria itu juga minta kepada  petugas Satpol PP yang ada di atas truk agar menurunkan seluruh  perlengkapan pedagang berjualan dari dalam truk.

“Cepat, kau turunkan semua itu sekarang!” teriak pria itu sambil menunjuk ke arah  seorang petugas Satpol PP yang ada di atas truk.

Lantaran permintaannya tidak ditanggapi, pria cepak itu semakin emosional. Dia kemudian menarik besi-besi yang digunakan para PK5 untuk menjajakan dagangan mereka. Seorang petugas Koramil  kemudian datang mengampiri dan menegur aksinya namun pria cepak itu tak bergeming serta semakin menjadi.




Petugas Satpol PP pun mulai tersulut emosi. Melihat kondisi yang mulai tidak kondusif, Camat Medan Petisah, Parlindungan Nasution pun selanjutnya mendatangi pria tersebut dan langsung menanyakan kartu anggota (KTA) karena menduganya sebagai aparat TNI. Pria itu mengatakan tidak ada.

“Kalau tidak memiliki KTA, mengapa anda mengenakan sweater yang ada logo polisi militer?”  kata Parlindungan.

“Ini bukan baju saya tapi punya abang saya,” jawab pria cepak itu.

Mendengar jawaban tersebut, sejumlah petugas Satpol PP yang sudah tersulut emosi langsung mengerumuni  pria cepak itu dan ingin menghajarnya. Melihat  itu, Kasatpol PP langsung menghalanginya.

“Mundur, jangan bertindak anarkis!” tegas Sofyan.

Selanjutnya Sofyan dan Parlindungan menyuruh pria cepak itu segera meninggalkan lokasi. Pria cepak itu pun manut dan langsung menghilang dari lokasi penertiban. Sepeninggalan pria cepak tersebut, penertiban pun terus berlangsung. Hingga menjelang tengah hari, seputaran Pasar Petisah, baik pelataran maupun bahu jalan bersih dari lapak milik PK5.

Sebelum penertiban ini dilakukan, seluruh petugas  lebih dahulu menggelar apel di halaman Kantor PKK Jl. Rotan, Medan. Dalam apel tersebut, Sofyan mengingatkan seluruh petugas agar tidak bertindak anarkis dalam melakukan penertiban serta mengedepankan unsur humanis dan pendekatan persuasif.

“Penertiban yang kita lakukan ini sudah benar, sebab kita ingin memanusiakan manusia. Pemko Medan melalui PD Pasar telah membeikan tempat yang layak untuk berdagang di lantai dua Pasar Petisah,” kata sofyan.








Leave a Reply